Masa Perundagian

Posted on

Masa Perundagian – Assalamualaikum Wr Wb.Alhamdulillah atas izin Alloh SWT serta Ridho dari junjungan Kita Nabi Muhammad SAW, kita dapat berjumpa lagi dalam pembahasan artikel kali ini.

Dimana Edmodo.Id akan membahas materi dengan tema mengenai Masa Perundagian yang berdasarkan Peninggalan, Ciri, Gambar dan Kehidupannya Serta Penjelasannya. Langsung saja pembahsannya dibawah ini.

Masa Perundagian - Peninggalan, Ciri, Gambar dan Kehidupannya

Pengertian Dari Masa Perundagian

Perundagian berasal dari kata Undagi, yang artinya sama tukang atau orang yang memiliki keterampilan atau ahli untuk melakukan tugas-tugas tertentu.

Dalam hal ini, ini menunjukkan bahwa spesialisasi pekerjaan sangat maju pada saat ini. Era ini dimulai sekitar 10.000 tahun yang lalu.

Kemudian bahkan pada waktu itu, orang tua saat ini sudah terbiasa dengan bijih logam. Dan mereka juga lebih berpengalaman sehingga mereka bisa mendeteksi bijih logam yang meleleh di permukaan lantai.

Selama waktu ini ada juga asimilasi antara orang tua, trah Mongolia dan trah Austromelanesia. Keahlian dalam pengerjaan logam berarti alat-alat batu tidak dapat diandalkan dan cepat rusak.

Teknologi logam tua di Indonesia juga dipengaruhi oleh Vietnam. Hasil teknologi ini dikenal sebagai Dong Son Culture.

Tapi bukan itu saja, Thailand adalah negara asal untuk teknologi logam lama. Lalu ada definisi lain dari periode Perundagic di mana orang menjadi ahli dalam pembuatan barang atau alat yang terbuat dari logam. Kehidupan sosial, ekonomi, budaya dari zaman legislatif. Kehidupan sosial dan ekonomi

Ciri – Ciri Dari Masa Perundagian

  • Kelompok kerja di bidang pertukangan dibentuk.
  • Ada status keanggotaan komunitas berdasarkan kekayaan.
  • Sudah terbiasa dengan teknik pengerjaan logam, alat upacara, senjata dan alat yang terbuat dari tembaga, perunggu dan besi.
  • Anda sudah membuat perhiasan emas.
  • Tempat ibadah digunakan untuk menyembah arwah leluhur dari batu-batu besar.
  • Keyakinannya adalah animisme dan dinamisme.

Benda Warisan/Peninggalan Di Masa Perundagian

Bejana Dari Manusia Purba

Dengan jenis perunggu ini, kapal memiliki bentuk seperti gitar Spanyol, tetapi tanpa batang. Pola dekoratif dari objek ini adalah dalam bentuk pola dekoratif yang terbuat dari tenunan dan L. Bejana, yang dapat ditemukan di Madura dan Sumatra.

Periode Pengabaian Nekara

Masa Perundagian - Peninggalan, Ciri, Gambar dan Kehidupannya

Nekara adalah sejenis kawat berduri perunggu dengan pinggang di tengah dan sisi atap tertutup. Ada berbagai pola dekoratif di Nekara.

Pola dekoratif adalah gambar binatang, geometri, burung, gajah, ikan laut, rusa, harimau dan manusia. Dengan dekorasi yang berbeda seperti itu, Nekara memiliki nilai seni yang tinggi.

Kapak Corong

Kapak Corong

Ini disebut corong kapak, kapak, karena atas dibagi menjadi dua corong. Benda yang di buat dari logam. Gagang kayu, yang miring ke arah bidang kapak, dimasukkan ke corong. Kapak juga disebut kapak sepatu karena hampir mirip dengan bentuk sepatu.

Dengan berbagai ukuran gandar kecil ada yang kecil dan sangat sederhana, hiasan pakai besar, sisi pendek, bulat dan panjang besar.

Ada kapak corong, di satu sisi disebut Candrasa. Kapak itu ditemukan di Sumatra Selatan, Bali, Sulawesi Tengah dan Selatan, Kepulauan Selayar dan Irian dekat Danau Sentani.

Perhiasan

Perhiasan

Orang-orang di Perundagian sudah memiliki apresiasi yang cukup untuk seni. Ini dibuktikan dengan ditemukannya berbagai ornamen berupa gelang, gelang kaki, cincin, kalung dan kalung liontin.

Kemudian di Bendabenda ada yang diberi pola dekoratif dan ada yang tidak. Sementara mereka yang diberi pola dekoratif seperti cincin atau gelang diberi pola dekoratif geometris.

Ditemukan juga cincin yang tidak digunakan untuk perhiasan tetapi sebagai alat tukar. Cincin ini sangat kecil sehingga tidak bisa dimasukkan ke jari anak. Bogor, Malang, dan Balin adalah asal usul benda-benda ini.

Perunggu

Pada waktu itu ada juga berbagai patung yang terbuat dari logam perunggu. Apa yang terjadi ketika patung ini dibuat dengan menuangkan cairan logam.

Dengan bentuk patung yang dibuat, ada bentuk manusia dan hewan. Kemudian sosok manusia di patung itu tidak lagi menari, berdiri, mengendarai kuda dan memegang panah.

Ada patung-patung binatang dalam bentuk patung kerbau yang sedang berbaring, seekor kuda berdiri dan seekor kuda dengan pelana. Semua patung ini.

Kepercayaan Manusia Pada Masa Perundagian

Kepercayaan masyarakat terhadap periode legislatif merupakan kelanjutan dari periode pertanian. Kepercayaan berkembang sejalan dengan pola pikir orang yang merasa dibatasi dibandingkan dengan orang lain.

Dinamis

Keyakinan akan dinamika ini merupakan perpanjangan dari animisme. Jiwa atau roh yang diyakini berasal dari jiwa orang yang telah mati hidup di tempat yang berbeda.

Misalnya hutan belantara, lautan luas, gua, sumur dalam, mata air, perlintasan, pohon besar, batu besar dan lainnya.

Munculnya kepercayaan akan adanya kekuatan gaib yang dapat berkontribusi pada kekuatan seseorang yang hidup. Kekuatan inilah yang muncul dari alam semesta dan memicu kepercayaan akan dinamika (gerakan dinamis).

Orang tua percaya bahwa, misalnya, pada batu akik, tombak, belati, belati, panah, dengan kekuatan halus, sehingga alat ini dirawat, ditawarkan dengan persembahan dan dimandikan dengan bunga.

Baru-baru ini kepercayaan dan dinamika animisme telah mendorong orang untuk menemukan lebih banyak kekuatan daripada kekuatan pikiran dan alam.

Dari generasi ke generasi, orang mulai percaya bahwa ada satu kekuatan yang mendominasi kehidupan pribadi mereka dan kehidupan alam semesta. Mempercayai kekuatab goib ini memiliki keteraturan yang tidak tersentuh, hukum kodrat.

Kepercayaan pada “kekuatan tunggal” kemudian hidup sebagai kekayaan spiritual dan spiritual. Kepercayaan pada animisme dan dinamisme ini kemudian berkembang dan bergabung dengan budaya Budha Hindu dan kemudian Islam.

Animisme

Di dalam animistik, setiap benda memiliki kekuatan goib dan magis dalam bentuk pikiran. Semangat ini dapat dipanggil dan dimintai bantuan saat dibutuhkan. Mereka percaya pada hal-hal gaib atau kekuatan besar.

Kepercayaan pada berbagai roh dan roh yang terjadi menyebabkan roh dihormati atau disembah dengan berdoa dengan mantra dan memberikan persembahan atau persembahan.

Kehidupan sosial-budaya

  • Masyarakat saat ini telah menunjukkan tingkat budaya yang tinggi yang dihasilkan dari berbagai bentuk benda seni dan upacara yang menunjukkan kemampuan masyarakat tingkat tinggi.
  • Pada titik ini, kemampuan untuk memproduksi alat berdasarkan perkembangan teknologi sudah jelas. Mereka menemukan teknologi peleburan bijih logam. Karena itu, semakin banyak orang menggunakan logam untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.
  • Selain itu, di Zaman Perunggu, siapa pun bisa mendapatkan jenis logam yang lebih sulit daripada tembaga karena perunggu adalah paduan tembaga dan timah.
  • Di Zaman Besi, orang menemukan logam yang lebih keras yang harusdilebur pada titik leleh yang relatif tinggi.
  • Selain itu, banyak peralatan periuk dengan teknologi yang semakin maju ditemukan selama periode legislatif. Dalam hal ini harus ditunjukkan bahwa peran alat keramik tidak bisa begitu saja diganti dengan alat logam.

Demikian Pembahasan kita pada kali ini di edmodo.id tentang Masa Perundagian. Nantikan Artikel Menaraik Lainya, tetap bersama kami. Terimaksih Semoga Membawa Manfaat.

Baca Juga :