Klasifikasi Jamur

Posted on

Klasifikasi Jamur (Fungi) – Assalamualaikum Wr Wb.Alhamdulillah atas izin Alloh SWT serta Ridho dari junjungan Kita Nabi Muhammad SAW, kita dapat berjumpa lagi dalam pembahasan artikel kali ini.

Dimana Edmodo.Id akan membahas materi dengan tema mengenai Klasifikasi Jamur yang berdasarkan Pengertian, Tabel dan Perbedaannya Serta Penjelasannya. Terbaru. Langsung saja pembahsannya dibawah ini.

Klasifikasi Jamur (Fungi) - Pengertian, Tabel dan Perbedaannya

Pengertian Dari Jamur

Jamur adalah sel eukariotik yang tidak mengandung klorofil, tumbuh sebagai hifa, memiliki dinding sel yang mengandung kitin, heterotropik, menyerap nutrisi melalui dinding selnya, dan mengeluarkan enzim ekstraseluler melalui spora, melalui reproduksi seksual dan aseksual ke lingkungan.

Secara umum, kata jamur berasal dari kata Latin mushroom. Jamurr (jamur) yang bersifat eukariotik dan bukan klorofil. Kemudian dalam reproduksi jamur (jamur) dalam cara aseksual yang menghasilkan spora, kuncup dan fragmentasi.

Habitat jamur ini (jamur) hidup di tempat yang lembab, air laut, air tawar, di mana ia bersifat asam dan simbiosis dengan ganggang yang membentuk lumut.

Ciri – Ciri Dari Jamur

Dalam komponen komponen tubuh, jamur memiliki sifat sebagai berikut:

  • Tidak memiliki klorofil dan heterotropik
  • Hidup itu seperti simbiosis, parasit, dan saprofit
  • Memiliki properti Eukaryon (memiliki inti sejati)
  • Ia memiliki satu sel dan ada banyak sel di dalamnya
  • Tumbuh secara vegetatif dan generatif
  • Dapat tumbuh dan berkembang di lingkungan yang mengandung zat asam, lokasi lembab dan zat dari organisme
  • Memiliki dinding sel tubuh chitin

Struktur Dari Jamur

Struktur Jamurr dapat dijelaskan sebagai berikut.

  • Merupakan bagian vegetatif dari jamur dalam bentuk benang.
  • Mereka adalah cabang hifa yang terlihat seperti kepang.
  • Hifa senositik. Apakah hifa dalam jamur yang tidak memiliki pembagi.
  • Hifa monosit. Mereka hifa dalam jamur yang memiliki sekat dengan inti sel.
  • Diariotik hifa. Ini adalah dua inti nukleus.
  • Hifa Hausstoria. Ini adalah hipotesis parasit khusus yang berfungsi untuk menelan makanan di inangnya.

Klasifikasi Dari Jamur

Klasifikasi Jamur

Berikut ini adalah klasifikasi jamur dan penjelasannya:

Ascomycota

Ascomycota adalah sekelompok jamur yang hipnosisnya terisolasi dan terdapat nukleus di setiap sel. Hal khusus tentang grup ini adalah ada perangkat pembentuk spora yang disebut ASKUS. Kelompok ini dapat mereproduksi baik secara seksual maupun aseksual. Contoh: Penicillium sp, Aspergillus sp dan Saccharomyces cerevisiae (ragi)

Deuteromycota

Deuteromycota adalah sekelompok jamur yang bereproduksi secara aseksual. Hifanya terisolasi dan hidupnya tetap dengan sisa-sisa makanan. Selain itu, ada spesies tertentu dalam kelompok ini yang bersifat parasit. Contohnya seperti: Candida albicans (jamur yang menyebabkan penyakit infeksi pada alat kelamin wanita).

Basidiomycota

Basidiomycota adalah jamur yang hidup sebagai saprofit (hidup dengan sejumlah besar organisme mati) dan parasit. Biasanya kelompok ini berkembang biak secara seksual. Contohnya seperti: Volvariella volvacea (jamur jerami).

Zygomycota

Zygomycota adalah jamur yang spora-nya berdinding tebal. Ciri-ciri klasifikasi jamur ini adalah hifa, yang diisolasi dan memiliki beberapa nukleus (coenositic), reproduksi seksual dan aseksual, ada rizoid. Kelompok ini dapat mereproduksi baik secara seksual maupun aseksual. Contoh: Rhizopus stolonifer (jamur yang tumbuh di atas roti), Rhizophus oryzae (jamur yang tumbuh di Tempe).

Cara Reproduksi Dari Jamur

Reproduksi jamur dapat dibagi menjadi dua jenis, seksual (generatif) dan aseksual (vegetatif), penjelasannya adalah sebagai berikut:

Seksual: Reproduksi seksual jamur dimulai dengan penyatuan hyphae / singgami, yang terdiri dari proses plasmogami dan karyogami. Proses tersebut akan menghasilkan spora seksual, yaitu Askospora, Basidiospora dan Zigospora.

Aseksual: Ketika jamur memiliki sel tunggal, kuncup atau kuncup terbentuk untuk menghasilkan keturunan. Sementara itu, jamur multiseluler dapat melakukan proses fragmentasi dan menghasilkan spora aseksual atau sporangoispora atau konidiospora. Kedua spora aseksual memiliki sifat haploid.

Tabel Perbandingan Dari Jamur

PembandingZygomycotaAscomycotaBasidiomycotaDeuteromycota
SifatMultiselulerSebagian besar multiseluler, tetapi ada juga yang uniselulerMultiselulerTidak ada
HifaTidak bersekat/septa/ senositik dan bercabangBersekatBersekatBersekat dan dinding sel dari kitin
Tubuh BuahTidak ada tubuh buah, tetapi tubuh terdiri dari banyak miselia bercabangMempunyai tubuh buah (askokarp) yang bentuknya beragamMempunyaitubuh buah yang disebut basidiokarpTidak mempunyaitubuh buah
Cara HidupSaproba (saprofit)-Parasit-Simbiosis mutualismeSaproba (saprofit)-Parasit-Banyak yang hidup di daun, bunga, dan buahSaproba (saprofit) ditumbuhan mati-Parasit di tubuh makhluk hidupSaproba (saprofit)-Parasit
Reproduksi aseksualMembentuk spora vegetatif, saat sporangium yang telah masak pecah maka akan menjadi miselium baruAscomycota uniseluler membentuk tunas, sedangkan multiseluler dengan fragmentasiPembentukan spora konidiaMembentuk spora aseksual yang disebut konidia
Cara Reproduksi dengan seksualMembuat dengan spora konjugasi khusus (Zigossporen)Ascospores membentuk ascospores di ascus, jatuh dan kemudian berkecambah dan mulai membentuk haploid baruPersilangan ini akan menghasilkan basidiospora, yang terjatuh dilingkungan yang tepat sebab akan membentuk kecambah yang menjadi hifa bersekat dengan satu inti haploidBelum diketahui
Jumlah spora seksual1 buah8 buah4 buahTidak ada
Alat reproduksi aseksualSporangiosporaKonidiosporaKonidiosporaKonidiospora
Contoh-Rhizopus Stolonifer-P ilobolus dan mucor mucedo-Mucor javanicus-Rhizopus oligosporu-Rhizopus oryzae-Rhizopus nigricans-Saccharomyces cereviceae-Saccharomyces ellipsoideus-Saccharomyces tuac-Neurospora crassa-Claviceps purpurea-Aspergillus niger-Aspergillus oryzae-Aspergillus wentii-Penicillium notatum-Volvariella volvaceae-Agaricus-Auricularia polytricha-Pleurotus-Boletus edulis-Ganoderma aplanatum-Polyporus giganteus-Lentinulla edodes-Ustilago maydis-Helminthosporium oryzae-Sclerothium rosfii-Epidermophyton floccosum-Microsporum sp.-Candida alb

Kandungan Nutrisi Pada Jamur

Demikian Pembahasan kita pada kali ini di edmodo.id tentang Klasifikasi Jamur. Nantikan Artikel Menaraik Lainya, tetap bersama kami. Terimaksih Semoga Membawa Manfaat.

Baca Juga :