Totemisme

Posted on

Secara umum totemisme mengacu terhadap suatu kepercayaan yang mana penganutnya mempercayai bahwasannya benda atau makhluk hidup (namun bukan manusia) mempunyai kekuatan.

Dimana totemisme ini adalah sebuah kepercayaan yang sangat primitif begitupun dengan lahirnya kepercayaan Animisme dan juga Dinamisme.

Berdasarkan keterangan etimologi yang mana menurutnya totemisme pada awalnya berasal dari suatu kata Ojibwa (yang mana kata tersebut mengacu kepada salah satu suku Algonkin yang berasal dari Amerika Utara).

Selain itu penulisannyapun sangat beragam seperti misalnya ada yang menyebutnya totem, tatam dan dodaim.

Kemudian kepercayaan yang mereka ikuti ini mempunyai sejumlah aturan tentu saja semua kembali terhadap apa yang mereka percayai, contohnya, suatu komunitas tidak diperbolehkan untuk membunuh ataupun menyakiti.

Tujuan Totemisme

Totemisme
Totemisme

Pada awalnya totemisme ini dibuat oleh para genius lokal yang bertujuan aga bisa melindungi sebagian orang demi keperluan dalam bentuk sosial dan hal tersebut harus diutamakan dibandingkan dengan apa yang menjadi keperluan yang bersifat pribadi.

Kemudian seperti yang telah dijelaskan oleh salah seorang yang bernama Robertson Smith yang mana menurut penuturannya bahwa sejumlah agama suku lebih tertarik terhadap apa yang menjadi kepentingan komunitas dibandingkan dengan kepentingan diri pribadi.

Kemudian kalimat tersebut dikutip dan dibenarkan oleh Malinowski yang mana ia mengungkapkan bahwa apa yang telah disampaikan oleh Robertson memang benar, bahwasannya Tuhan ialah masyarakat itu sendiri.

Yang mana dalam hal ini masyarakat merupakan sebuah substansi dewa. Sedangkan agama, berdasarkan pendapat dari Burton L. Mack ialah merupakan cara berpikir konstruksi sosial.

Maka oleh sebab itu dengan adanya keberadaan dari pada kepercayaan lokal sangat berkaitan terhadap usaha tersebut sehingga komunitas bisa melestarikan komunitas yang lainnya.

Persebaran Totemisme

Totemisme
Totemisme

Pada awalnya proses penyebaran kepercayaan totemisme mulai berkemabng dan menyebar hingga di Amerika, Afrika dan juga beberapa bangsa yang ada di Kepulauan Pasifik. 

Banyak suku di Amerika membentuk simbol totem mereka pada patung maupun ukiran kayu.

Seperti yang telah disampaikan diatas bahwa kata Totemisme didapat dari bahasa ojibwa,artinya sesuatu yang erat hubungannya dengan keturunan) Ialah merupakan sebuah bentuk kepercayaan dari agama yang dianut dan hal ini kerap dikaitkan dengan hal yang berbau mistis.

Dimana mereka memiliki keyakinan bahwa tuhan yang mereka yakini tersebut berada menempati didalam suatu benda atau makhluk.

Nah lambang atau simbol inilah yang menjadi tujuan dari kepercayaan totemisme dan dikenal juga dengan sebutan totem.

Pada umumnya Totem kerapkali dikenal sebagai hewan atau suatu figur alam yang secara spiritual dianggap bisa menjadi sebagai wakil dari salah satu kelompok atau suku.

Kemudian kepercayaan Totemisme sangat berperanan penting terutama dalam kelangsungan perkembangan teori keagamaan sejak pada abad 19 dan sampai diawal abad ke-20, dan hal ini digunakan untuk melakukan suatu penelitian misalnya seperti Émile Durkheim, yang memfokuskan bidang studinya hanya untuk mengenal kebudayaan primitif.

Kemudian ia menerangkan dengan menggambarkan setelah mengidentifikasi kelompok sosial dengan totem spiritual yang dipercayai oleh suku aborigin di wilayah Australia.

Kemudian Durkheim memiliki pendapat bahwa setiap ekspresi religius manusia pada hakikatnya pertema didapatkan memiliki hubungan kelompok.

Nah pada Totemisme sendiri adalah sebuah sistem yang diyakini bahwa sebenarnya manusia memiliki hubungan mistis yang terjalin diantaranya setiap para makhluk halus, seperti misalnya tumbuhan dan juga hewan.

Selain itu Totem juga, diakuui bisa berinteraksi terhadap komunitas kerabat atau secara individu tertentu dan fungsinya sendiri dijadikan sebagai sebuah simbol bagi mereka.

Pada umumnya penggunaan Istilah totemisme memang sebelumnya sudah dipakai untuk membentuk suatu karakter dan juga sifat dalam agama dari sebuah sekelompok sosial.

Yang mana Totemisme pada awalnya telah dimanifestasikan dari beragam bentuk dengan konteks yang berbeda. Namun yang sangat sering dujumpai dari populasinya ialah yang mana ekonomi tradisionalnya masih sangat bergantung dari hasil berburu dan meramu serta berbagai cara kuno lainnya.

Kemudian Totemisme bisa diaartikan sebagai suatu perilaku yang perilakua tersebut berdasarkan dari suatu sudut pandang dunia yang diperoleh dari alam.

Walaupun pada dasarnya totemisme sendiri sebenarnya memiliki berbagai ritual yang dilakukan, dan hal tersebut secara umum sudah disepakati yang mana berdasarkan kesepakatan tersebut bahwa totemisme bukanlah merupakan suatu agama.

Sebabnarnya Totemisme bisa saja melibatkan dan memasukan sejumlah unsur keagamaan dengan tingkat yang saling berbeda, misalnya seperti halnya ia bisa nampak bersamaan dengan sihir.

Selain itu Totemisme juga kerap kali digabungkan dengan beragam jenis keyakinan lain, misalnya melakukan suatu ritual pemujaan pada leluhur, lalu mengemukakan berbagai ide mengenai jiwa, atau animisme.

Dengan adanyan Campuran seperti itu sebenarnya secara historis bisa membentuk pemahaman bentuk totemistik tertentu sehingga akan menjadi semakin sulit.

Ciri – Ciri Totemisme

Totemisme
Totemisme

Berikut merupakan ciri atau karakteristik dari pada totemisme yang dapat dikatagorikan keadalam dua ciri yang diantaranya adalah .

Totemisme Kelompok

Definisi dari pada totemisme sosial ialah merupakan sebuah bentuk yang sangat luas dari sistem ini. Adapun karakteristik dari totem ini adalah:

  • Unsur mistik kepercayaannya dari hewan atau tumbuhan, adanya sebuah fenomena alam, atau berbagai benda yang dihasilkan baik dari segi garis keturunan, klan, suku, moieties, phratries)
  • Komunitas dan juga sebutan pribadi hal tersebut didasarkan pada totem.
  • Menggunakan simbol atau sebuah lambang khusus totemistik.
  • Adanya suatu larangan dan berlaku terbatas terhadap hewan dan tumbuhan (tabu parsial daripada totem parsial).
  • Memiliki suatu Hubungan terhadap hewan dan berbagai jenis benda yang alami.

Totemisme individu

Kemudian mengenai Totemisme individu yang mana hal ini diterangkan dalam hubungan persahabatan dan memberikan sebuah perlindungan terhadap seseorang dan hewan tertentu atau beberapa objek yang bersifat alami.

Karena yang menganut kepercayaan ini percaya bahwa objek alami diangap bisa memberikan suatu sumber kekuatan khusus pada pemiliknya.

Jadi yang berkaitan dengan hubungkan individu ialah merupakan suatu gagasan yang disampaikan tentang jiwa manusia.

Pada awalnya Totemisme individu ini mungkin memang sudah lebih dahulu di praktekan dibandingkan dengan totemisme kelompok, karena roh yang akan melindungi suatu kelompok terkadang mereka berasal dari total semua individu tertentu. Adapun karakteristik dari totem individu adalah :

  • Mempunyai ruang lingkup yang sangat kecil
  • Mempunyai batasan tertentu dan hal itu merupakan milik individu totem tersebut
  • Adanya keterkaitan dengan satu pihak

Perbedaan Totemisme Dengan Penganut Dinamisme

Di bawah ini terdapat beberpa yang merupakan pembeda dari pada penganut kepercayaan totemissme dan dinamisme, yang diantaranya adalah

Fungsi Meyakini Kekuatan

Dalam hal ini yang mana pada totemisme, orang percaya akan sebuah energi yang ada hewan itu dianggap suci dan hal tersebut merupakan manifestasi dari roh dan arwah dari para leluhur mereka.

Dengan demikian hal ini berfungsi untuk meyakini bahwa adanya kekuatan dan suatu energi pada hewan suci ialah merupakan suatu penghormatan bagi roh leluhur mereka.

Cara Melakukan Pemujaan

Kemudian ada beberapa ritual yang biasanya sering dilakukan dalam totemissme dan hal tersebut merupakan sebuah ibadah.

Kemudian dalam bentuk peribadatan ini biasanya mereka lebih menghormati dan mengskralkan hewan yang dianggap suci.

Maka bentuk ritual yang mereka lakukan adalaha dengan melakukan perawatan terhadap berbagai jenis hewan yang dianggap suci.

Selain itu mereka juga tidak menyakiti apalagi sampai membunuh hewan yang mereka anggap sebagai hewan suci.

Perbedaan Perwujudan Kekuatan dan Energi

Yang menjadi perbedaan yang jelas dan paling utama ialah bisa kita perhatikan dari teori inkarnasi energik totemissme dan dinamisme.

Yang mana didalam totem, orang malah justru lebih percaya bahwa sejumlah kekuatan energi yang terbentuk secara alami ada dan terperangkap didalam tubuh hewan.

Dalam hal ini, orang yang menganut totemissme akan percaya bahwa beberapa jenis hewan dianggap suci dan memiliki kekuatan.

Adapun sejumlah hewan yang dianggap suci oleh para penganutnya kepercayaan totemissme diantaranya adalah hewan serigala, beruang, elang, ular, harimau dan sapi.

Sekian yang dapat kami sampaikan mengenai totemisme, semoga ulasan diatas bisa membantu.

Baca Juga :