Contoh Tinjauan Pustaka

Posted on

Pengertian dari tinjauan pustaka (literature) ialah sesuatu bagian yang begitu penting dituliskan ke dalam sebuah proposal maupun sebuah laporan yang dihasilkan dari sebuah penelitian.

Di bab bagian tinjuan pustaka ini juga menjelaskan sebuah bentuk dari pemikiran yang juga terdiri dari beberapa teorinya ialah untuk sebuah ladasan yang telah dijalankan oleh penelitiannya.

Tinjauan pustaka juga bisa saja di maknai sebagai sebuah aktivitasi yang bisa mencangkup salah satu dari pencarian.

Sehingga membacanya juga sekaligus menelaah berbagai macamnya laporan dari hasil – hasil suatu penelitiannya dan membuat bermacam – macam teori relevan yang disamakan dengan penelitian yang akan segera dilaksanakan.

Contoh Tinjauan Pustaka
Contoh Tinjauan Pustaka

Fungsi Tinjauan Pustaka

Dibawah ini merupakan penjelasan dari beberapa fungsi dari tinjauan pustaka kepada sebuah penelitian, antara lain :

  • Sebagai pencarian agar dapat mendapatkan sebuah informasi tentang dasar – dasar dari suatu permasalahan yang sedang dikaji.
  • Sebagai bantuan didalam hal membuat perancangan oleh berbagai  prosedur yang ada dipenelitian.
  • Sebagai pembantu didalam memberikan pengertian tentang berbagai teori yang sangat terkait dengan penelitian.
  • Sebagai pengungkap adanya ide – ide yang dipunyai dengan cara sistematisme serta kritisme.
  • Sebagai penghindar dari adanya sebuah bentuk copy paste dari hasil penelitian.
  • Sebagai jalan untuk mendapatkan pengetahuan akan perkembangan dari berbagai macam penelitian yang dikaitkan dengan topik yang sedang dijadikan topik olehg peneliti.

Manfaat Tinjauan Pustaka

Dibawah ini ialah penjelasan dari manfaat – manfaat yang dihasilkan oleh adanya tinjauan pustaka, antara lain :

  • Menjelaskan darimanakah sumber data yang sumbernyapun belum diketahui.
  • Menjelaskan ide – ide yang akan dikaryakan.
  • Untuk bukti bahwasannya benar sudah dilaksanakannya dari sebuah penelitian yang ada.
  • Memiliki manfaat agar bisa lebih memahami isi dari materi yang ada.
  • Mengetahui kelemahan dan kelebihan tulisannya.
  • Mencegahnya terjadi suatu duplikat dari karya tulisan.

Cara Membuat Tinjauan Pustaka

Contoh Tinjauan Pustaka
Contoh Tinjauan Pustaka

Pada umumnya begitu mudah untuk menciptakan sebuah karya tulisan dibagian tinjauan pustaka pada suatu dokumen.

Asalkan saja sebenarnya sudah diketahui pengertian inti dari suatu masalah atau hasil penelitian yang akan disampaikan, selanjutnya nanti bisa dengan mudah seseorang itu dapat mengeditnya dibagian tinjauan pustaka/literature.

1. Membuat Outline

Pada saat ingin membuat skemanya, harusnya bisa saja dicari kontennya pada bagian yang tertulis di dalam dokumen yang berisi beberapa pertanyaan yang umum atau opini publik yang persoalan topiknya saling terkaitan.

Contoh :

Saat menulis dokumen yang telah menjabarkan sebuah resiko dari narkoba kepada beberapa anak – anak, kata – katanya ialah (narkoba) dan (anak – anak) harusnya menjadi sebuah bagian yang umumnya juga dituliskan dibagian tinjauan pustakanya.

Menyusun Dengan Bahasa Sendiri

Apabila menyusunnya dengan bahasa sendiri, maka nantinya tidak akan dinilai sebagai seseorang yang plagiarisme atau copy paste karya dari seseorang yang bisa dianggap telah mencuri hasil daripada sesuatu penelitian orang lain.

Maka oleh sebab itu sangat penting untuk seseorang itu meninjau suatu literature/tinjauan pusktakannya dengan cara menuliskan ulang bahasa – bahasa dan juga kata – kata yang telah ditemukannya dimasa pencarian literature/tinjauan pustaka.

Melihat Umum Bagian Judul

Bagian judul dari literature/tinjauan pustaka yang begitu mudah untuk dikompilasikan, yaitu melihatnya dari bagian umumnya yaitu pada judulnya.

Bagian penting ini tentunya saja dalam judul akan hal – hal yang dapat saja di definisikan sebagai teoritis yang luas.

Contoh :

Didapatkan dari berbagai macam saja kata – katanya seperti Pertanian, kelapa sawit, korupsi, asam basa, dll.

Bila saja metode yang dibuat oleh sebuah tinjauan pustaka/literature ini bisa dijalankan secara bertahap, maka dapat dilihat oleh dari bagian ini saja bisa sangat mudah mengerjakannya.

Oleh sebab itu bagian ini tidaklah bisa diremehkan lagi eksistensinya yang diketahui bahwa ketidak sulitannya itu tetap menjadi bagian yang begitu penting.

Mencari Literatur

Selanjutnya prosesi yang dapat dijalankan untuk melaksanakan sebuah pencarian ari studi tersebut yaitu melakukannya secara bertahap untuk dapat segera ditentukan literature/tinjauan pustaka.

Cara – cara seperti ini dapat saja dijalankan.

contoh :

Dengan cara mengunjungi salah satu perpustakaan atau juga bisa membaca salah satu jurnal yang sudah internasional. Agar selanjutnya apa – apa saja yang dituliskannya bisa dijelaskan nantinya.

Contoh Tinjauan Pustaka

Contoh Tinjauan Pustaka
Contoh Tinjauan Pustaka

Dibawah ini ialah penjelasan ari beberapa contoh yang bisa menjadi panutan dalam penyusunan sebuah tinjauan pustaka/literature.

Berikut inilah penjelasannya, antara lain :

Contoh Tinjauan Pustaka Skripsi

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA SKRIPSI

Etika Seorang Individu

Sejak masa kecil pastinya sudah diajarkannya suatu etika sopan santun, yaitu hormatilah seseorang yang umurnya lebih tua atau dewasa.

Inilah bentuk hasil penanaman etika yang dilakukan sejak dini. Etika tersebut memanglah begitu penting sebagai bentuk kualitas ari diri seseorang.

Etika tersebut sebenarnya sangatlah bermacam – macam contohnya. Misalnya saja saat menatap lawan bicara disaat berbincang – bincang, atau juga pengucapan salam atau izin ketika hendak ingin pergi maupun pulang kerumah,

– salinglah menghargai keputusan atau pendapat dari orang lain, juga dengarkanlah seseorang yang sedang berbicara serta yang terakhir ialah etika dalam menjaga tindakan tingkah laku ucapan dengan cara memperlakukan orang – orang dengan sangat baik.

Yang menjadikan masalah pada zaman sekarang ialah banyak sekali sebuah kalangan milenial yang meremehkan hal – hal etika ini, disaat bertemu seseorang dijalan misalnya berprilaku seperti seseorang yang tidak mengenali,

– Tetapi pada media sosial menjadi seperti seseorang yang sudahlah sangat akrab sekali, serta kurang sekali perhatian akan sekitarnya juga menjadi pemicu masalah untuk kaum milenial saat ini.

Dengan kondisi yang seperti ini yang menjadikan masalah utamanya ialah bagaimanakah cara menyikapi serta bagaimanakah cara mendapati jalan keluarnya.

Contoh Tinjauan Pustaka Karya Ilmiah

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA KARYA ILMIAH

Diskusi

Berdasarkan istilahnya saja dari bahasa pada diskusi yang awalnya yaitu dimana awalan kata yakni discuture yang merupakan makna sebuah kondisi.

Dalam hal ini dirasakan begitu jelasnya pada saat yang akan dilakukannya ialah dengan melewati sebuah hasil pemecahan atau memperluas.

Menurut dari pendapat seorang Busyiruddin Uswan pada th 2002, tentang arti sebuah diskusi ialah salah satu proses yang bisa saja melibatkan antara 2 individu atau bahkan bisa lebih, yang mana bisa saling berintegrasi dengan cara yang verbal dan bisa saling bertukar pandangan, atau bertukar informasi, sehingga bisa mempertahankannya menjadi sebuah pendapat yang begitu mutlak.

Hal tersebut untuk menjadi sebuah upaya agar dapat terpecahnya bermacam – macam masalah tertentu atau disebut problem solving yang artinya bisa memilih secara jalan yang rasionalme atau objektife.

Selanjutnya dengan upayanya tersebut bisa menambahlah sebuah wacana yang didiskusikannya agar seluruh generasi mudanya dapat agar melaksanakan tujuannya untuk bisa menciptakan sebuah sikap yang sangat kritis dan dapat menjadi begitu peka dalam memilih atas fenomena sosial yang didapatkannya.

Namun disamping semua itu pula merupakan salah satu upaya dalam penambahan materi disuatu diskusi yang mengintegrasikan kedalam bentuk yang saling bersamaan agar bisa memperlancip ilmu pengetahuannya.

Diketahui menurut Kusumah Indra pada th 2007 telah memberikan masukan bahwa penjelasan akal kolektif jauhlah lebih kuat bilamana itu semua dibandingkan oleh akal seorang individualisme.

Contoh Tinjauan Pustaka Penelitian

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA PENELITIAN

Diketahui dari penelitian Dwi Purnama th 2017 disuatu desa yaitu masih banyak sekali kekurangan tentang sarana prasarana, tidak semuanya memiliki jaringan operator handpone atau signal yang bisa masuk,

– tidak semua mempunyai akses jalan yang bagus yang dibangunkan oleh desa, tidak semua warganya mendapatkan keadilan, lalu siapakah yang patut disalahkan oleh kondisi seperti ini.

Sedangkan masalah intinya yaitu bukan siapa yang dikatakan salah, tetapi bagaimananya bisa menyikapi serta menuntaskan segala permasalahan tersebut, namun pabila masalahnya diletakan pada jumlah biaya yang kurang atau dana yang telah diberikan untuk desa tersebut tidak ada.

Maka akan menjadi sebuah tanda tanya besar dimanakah letak keadilan untuk semua rakyat Indonesianya? Serta sebagaimana cara penerapan kesejahteraannya ada pada tangan rakyat.

Ok sob.! semoga apa yang sudah kami sampaikan diatas bisa membantu dan bermanfaat untuk kalian semua.

Baca Juga :