Zaman Praaksara

Posted on

Zaman Praaksara – Pada era praaksara yang merupakan sebagai era nirleka ialah pada waktu ketika manusia purba tidak sama sekali mengetahui tentang tulisan-tulisan pada zaman itu.

Di seluruh dunia ini masing-masing memiliki era praaksara yang berbeda-beda di antara satu tempat dengan tempat yang lain.

Arti kata dari ‘ praaksara ‘ ialah untuk mengubah ‘ era prasejarah ‘ yang dikarenakan sedikit tidak tepat, tetapi walaupun belum mengetahui tentang tulisan, manusia purba yang saat ini masih ada ia telah mempunyai sejarah dan sudah menghasilkan budaya disetiap daerah.

Kehidupan Manusia Pada Zaman Praaksara

Zaman Praaksara
Zaman Praaksara

Dalam menghadapi suatu tantangan tersebut, maka manusia menjadi lebih baik dibandingkan dengan makhluk hidup yang lainnya.

Karena manusia memiliki akal, mereka menghadapi suatu tantangan tersebut pada akalnya, Namun makhluk hidup yang lain dengan instingnya.

Bertepatan dengan berjalannya waktu, maka terjadilah evolusi pada manusia baik itu pada bentuk tubuh atau juga pada kecerdasan akal.

Evolusi itu contoh nya isi otak bertambah sangat besar, bentuk pada tengkorak menjadi berubah, cara berjalannya tegak, dan lainnya.

Melainkan itu, manusia juga pun memiliki sebutan Homo faber ialah makhluk yang menghasilkan alat untuk memudahkan mencapai tujuannya.

Alat yang mereka hasilkan juga mengalami kemajuan, yang pertama dari batu, hingga dari tembaga, perunggu, dan pada akhirnya dari besi.

Jenis Jenis Manusia Purba Pada Masa Praaksara

Hasil penelitian pada manusia purba banyak nya ditemukan pada daerah jawa yaitu yang berbentuk fosil.

Manusia purba di zaman dahulu kala bertempat tinggal di sebagian daerah seperti di Lembah sungai Brantas jawa timur dan daerah Lembah bengawan solo jawa tengah.

Indonesia juga memiliki beberapa jenis manusia purba yaitu seperti Megantrhopus paleojavanicus, Homo (manusia moder) dan pithacantrhopus erectus.

Megantrhopus Paleojavanicus

Manusia Purba Pada Masa Praaksara
Manusia Purba Pada Masa Praaksara

Dan di dijuluki sebagai manusia purba yang paling tua di bandingkan dengan manusia purba yang lainnya.

Fosil dari Megantrhopus paleojavanicus dipertemukan dan di teliti dengan seseorang yang bernama Dr. G.H.R Von Koenigswald pada tahun 1936 dan 1941 yang pertama kalinya dari fosil Megantrhopus paleojavanicus di temukan di daerah Sangiran lembah Solo yang berdekatan pada surakarta.

Ciri – ciri pada Megantrhopus paleojavanicus ialah memiliki tubuh besar dan juga rahang yang besar, tulangnya yang tebal dan keningnya menonjol.

Megantrhopus hidup sangat lama sekitar selama waktu 2 juta abad sebelum masehi cara bertahan hidup nya ialah dengan memakan yang berupa tumbuh – tumbuhan. Megantrhopus paleojavanicus juga termasuk jenis Homo Hobilis.

Pithacanthropus Erectus

Manusia Purba Pada Masa Praaksara
Manusia Purba Pada Masa Praaksara

Pithacanthropus erectus adalah manusia purba banyaknya di temukan Di berbagai daerah mojokerto, kedungtrubus. trinil, sambung macan dan juga ngadong.

Seseorang yang pertama kali nya menemukan Pithacanthropus erectus ialah Eugene Dubois di Trinil berdekatan dengan sungai bengawan Solo.

Homo

Manusia Purba Pada Masa Praaksara
Manusia Purba Pada Masa Praaksara

Indonesia mempunyai 3 manusia jenis Homo ini diantaranya adalah :

1. Homo Soloensis

Homo Soloensis yang diartikan dari solo. Di temukan pada tahun 1931-1934 dengan Ir. Oppenorth di daerah Ngandong dan ter Haar.

Homo Soloensis mempunyai ciri – ciri tinggi badan 180 cm dan cara berjalannya tegak.

Ia memiliki Tengkorak yang lebih besar di bandingkan Pithacantropus erectus.

2. Homo wajakenesis

Homo wajakenesis yang diartikan manusia dari wajak yang ditemukan dengan Van Reitschoten di tahun 1889 di wajak, Tulungagung, Jawa Timur.

Karakteristik dari Homo wajakenesis mempunyai tinggi badan sekitar 130-210 cm dan cara berjalannya tegak.

Bentuk pada tengkoraknnya lebih agak bulat mukanya tidak terlalu mencondong ke depan dan mempunyai kelebihan untuk membikin peralatan dari tulang, batu dan juga kayu.

3. Homo Sapiens

Homo Sapiens merupakan generasi yang terakhir dari manusia purba. Homo Sapiens yang mempunyai ciri – ciri fisik hampir sama atau mirip dengan manusia modern pada masa kini.

Homo Sapiens hidup di era Holosen pada sekitar 4000 tahun yang lalu.

Pembagian Zaman Praaksara

Berdasarkan dengan hal itu, bumi pada zaman dahulu sampai sekarang terbagi menjadi empat zaman, diantaranya adalah :

1. Pada Zaman Arkezoikum

Zaman arkeozoikum ini sudah ada sekitar 450-545 juta tahun yang lalu. Zaman arkeozoikum ini menjadi zaman paling tua, didalam perkembangan bumi dan juga yang hidup di bumi.

Di zaman Arkeozoikum kondisi bumi ini belum normal, karena nya kulit bumi sedang dalam proses pembentukan, udara yang ada di bumi masih sangat panas, oleh karena itu di zaman dulu belum terdapat tanda – tanda kehidupan.

Zaman Arkeozoikum ini akhirnya berakhir, penyebab nya ialah adanya pengurangan suhu yang mungkin akan membentuk munculnya suatu kehidupan.

2. Zaman Paleozoikum

Zaman Paleozoikum yang berarti juga zaman primer yang berlangsung sekitar 340 juta tahun lalu.

Zaman Paleozoikum terjadi karena adanya pengurangan suhu yang sangat berubah drastis pada bumi waktu itu.

Bumi menjadi dingin pada masa itu dan mahluk hidup dibumi juga di perkirakan akan muncul.

Misalnya seperti mahluk yang bersel 1 dan tidak bertulang belakang seperti bakteri atau sejenis amfibi.

3. Pada Zaman Mesozoikum

Zaman Mesozoikum atau sering disebut dengan zaman sekunder ini diperkirakan berlangsung sudah sekitar 140 juta tahun yang lalu.

Zaman Mesozoikum ini ditandai adanya hewan – hewan reptil yang bertubuh sangat besar seperti dinosaurus.

Oleh karena itu, zaman Mesozoikum di sebut juga dengan zaman reptil.

4. Zaman Neozoikum

Zaman Neozoikum berlangsung pada sekitar 60 juta tahun yang lalu di zaman neozoikum ini, kehidupan di bumi semakin normal berkembang dan juga menjadi beraneka beragam.

Zaman Neozoikum juga terbagi menjadi 2 zaman diantaranya adalah :

a. Zaman Tersier

Zaman tersier memiliki tanda-tanda dengan adanya hewan – hewan yang sangat besar mulai berkurang dan sudah memiliki beberapa jenis binatang menyusui.

Contohnya yaitu Seperti monyet dan kera.

b. Zaman Sekunder

Zaman sekunder ini memiliki tanda-tanda dengan munculnya kehidupan manusia purba pada zaman itu.

Lalu, zaman Neozoikum tersebut dibagi lagi menjadi 2 zaman , diantaranya yaitu :

  • Zaman Pleistosen Atau Dilivium (Zaman glasial/es)

Zaman pleistosen diperkirakan terjadi pada sekitar 600 ribu tahun yang lalu dan kehidupan manusia mulai muncul di masa itu.

Pada zaman pleistosen waktu itu, ditandakan dengan cairnya es di bagian kutub utara dikarenakan perubahan iklim.

  • Zaman Holosen Atau Alluvium

Zaman holosen atau alluvium ini sudah berlangsung sekitar 20 ribu tahun yang lalu. 

Pada zaman holosen ini, di tandaikan dengan adanya homo sapiens. Homo sapiens adalah nenek moyang manusia modern pada masa kini.

Peninggalan Pada Zaman Praaksara

1. Dolmen

Peninggalan Pada Zaman Praaksara
Peninggalan Pada Zaman Praaksara

Manfaat atau kegunaan dari dolmen ini ialah untuk menyembah nenek moyang pada zaman masa praaksara.

Dolmen berbentuk menyerupai meja yang tersusun dari batu dan sering di temukan di daerah Jawa Timur dan juga dinamakan Pandhusa.

2. Sarkofagus

Zaman Praaksara

Sarkofagus termasuk peninggalan pada zaman masa praaksara yang bentuk nya disebut dengan nama sarkofagus.

Sarkofagus ialah berupa peti mati yang dibikin dari batu yang masih utuh dan diberi penutup pada bagian atas.

Daerah bali adalah tempat penemuan benda peninggalan pada zaman praaksara sarkofagus yang paling banyak.

3. Menhir

Zaman Praaksara
Zaman Praaksara

Menhir juga termasuk benda peninggalan praaksara yang berhubungan dengan kepercayaan yang diyakini oleh manusia di zaman dulu.

Menhir ini memiliki bentuk berupa tiang atau tugu yang berasal dari batu dan berdiri di atas tanah.

Menhir digunakan untuk menyembah arwah nenek moyang manusia purba.

Menhir ini sangat banyak ditemukan di daerah pegunungan contoh wilayah bengkulu, palembang, ngada, gunung kidul, rembang, sungai talang.

4. Nekara

Zaman Praaksara
Zaman Praaksara

Nekara adalah gendang perunggu yang berbentuk berupa dandang berpinggang, di bagian tengahnnya ada selaput suara berupa logam atau perunggu.

Nekara disebut juuga benda suci pada zaman itu, karena berfungsi untuk benda upacara, mas kawin, dan lain – lain.

Nekara juga banyak dijumpai dan bisa kamu temukan di daerah Bali, Nusa Tenggara, Selayar, Maluku, dan Irian.

5. Kapak Lonjong

Zaman Praaksara
Zaman Praaksara

Kapak lonjong dilihat dari bentuknnya lonjong dengan adanya pangkal dan runcing yang lumayan lebar kapak lonjong juga dibuat dari batu – batu kali yang warna nya kehitaman.

Kapak lonjong berdasarkan penelitian berasal dari Asia dan tersebar ke wilayah Indonesia melewati wilayah timur.

Di Indonesia pusat dari kapak lonjong ini ada di daerah Papua, Minahasa dan Serawak.

6. Pipisan

Zaman Praaksara
Zaman Praaksara

Pisisan adalah berupa batu penggiling dengan alasnya.

Pipisan ini hampir sama dengan ulekan yang biasa dipakai untuk menghacurkan biji – bijian. Namun, pipisan ini berbentuk datar dan juga halus.

Pipisan bukan hanya dipakai untuk menghancurkan biji – bijian saja, tetapi bisa juga dipakai untuk menghaluskan cat merah yang terbuat dari tanah merah yang termasuk bentuk dari kegiatan upacara ritual dan kepercayaan yang dianut.

7. Kapak Genggam

Zaman Praaksara
Zaman Praaksara

Kapak genggam memiliki bentuk yang hampir sama atau mirip dengan jenis kapak sumatera dan perimbas, namun bentuknya saja yang lebih kecil.

Kapak genggam ini memiliki fungsi untuk membelah kayu, juga untuk peralatan pemotongan daging hewan, menggali umbi – umbian dan lain sebagainya.

8. Kapak Pendek

Zaman Praaksara
Zaman Praaksara

Kapak pendek merupakan jenis kapak genggam pendek yang bentuknya setengah lingkaran dan mempunyai sisi yang tajam jadi akan mudah buat meotong daging atau lainnya.

9. Kapak Sumatera

Zaman Praaksara
Zaman Praaksara

Kapak sumatera atau disebut dengan kapak sumatralith adalah jenis kapak genggam yang dibuat dari bahan batu kali lalu di pecah atau di belah.

Bagian dalam dari kapak Sumatera ini diperluka lebih dengan keperluannya dan bagian luarnnya yang halus tetapi tidak di apa-apakan.

Kapak Sumatera ini bisa ditemuka di Kjokkenmoddinger pada sepanjang Pantai Sumatera Timur Di antara Aceh dan Medan.

10. Kapak Perimbas

Kapak perimbas ini terbuat dari batu perimbas yang memiliki tangkai. Cara menggunakan kapak perimbas ini hanya dengan cara di genggam saja.

Kegunaan dari kapak perimbas ini untuk memotong kayu, menguliti binatang, dan juga untuk menghancurkan tulang hewan hasil buruan.

Kapak perimbas juga termasuk merupakan peninggalan dari zaman batu tua yang sekarang banyak di temukan di daerah Indonesia.

Kapak perimbas dan kapak genggam digunakan dengan manusia purba Pithencantropus.

Sekian yang dapat edmodo.id sampaikan pada pertemuan yang berbahagia ini, dengan harapan semoga kita semua diberikan kepahaman oleh Allah S.w.t.

Baca Juga :