Stratifikasi Sosial

Posted on

Stratifikasi Sosial – edmodo.id akan mulai mengulas sebuah materi yang judulnya Stratifikasi Sosial, lengkap dengan Pengertian, Fungsi, Sifat, Bentuk dan Contoh.

Nah untuk melengkapi apa yang menjadi tema pembahasan kita kali ini, maka yuk kita simak bersama ulasan selengkapnya di bawah ini.

Pengertian Stratifikasi Sosial

Stratifikasi Sosial
Stratifikasi Sosial

Stratifikasi berasal dari kata yakni “strata” yang Artinya sebagai “tingkatan”. Berdasarkan konsepnya, stratiifikasi sosial adalah perbedaan anggota masyarakat secara vertikal atau hirarkis.

Stratifikasi sossial juga disebut dengan istilah pelapisan sosial. Pada sketsa stratifikasi sossial, masyarakat kita dicontohkan seperti sejenis kue lapis.

Kue lapis menjadi utuh karena adanya lapisan-lapisan yang terbentuk, ada lapisan bawah, tengah dan juga atas.

Sama sepertinya dengan masyarakat, ada individu yang berada dilapisan sosial tinggi dan juga ada yang rendah.

Tiap individu dengan bermacam latar belakang sosial, politik dan juga ekonomi jarang berada pada kedudukan yang sejajar/horizontal, atau juga bertingkat-tingkat/vertikal.

Berdasarkan hal ini, konsep stratifikasi juga erat hubungannya dengan konsep yang berkelas sosial.

Ada individu yang golongan nya berasal dari kelas teratas, kelas menengah dan juga kelas bawah.

Kelas sosial individu dilatarbelakangi oleh otoritas, kekayaan dan juga kedudukan.

Secara singkatnya kelas sosial dapat diartikan sebagai kumpulan individu yang memiliki kesamaan karakterisitk yang berada pada lapisan sosial tertentu.

Fungsi Stratifikasi Sosial

Stratifikasi Sosial
Stratifikasi Sosial

Pada saat masyarakat modern yang terus berkembang, sistem stratiifikasi sosial sangat dibutuhkan.

Hal ini dikarenakan masyarakat yang semakin menghimpun maka pembagian kerja juga semakin bermacam-macam.

Stratifikasi sosiial juga dapat berfungsi sebaga berikut :

“mendorong struktur pembagian kerja secara efesien yang dimana seorang individu dibagi kedalam pengkhususan tertentu dalam suatu aspek masyarakat”.

Stratifikasi barangkali pekerjaan yang dikerjakan individu menjadi lebih efesien dan juga waktu yang cepat.

Sifat Stratifikasi Sosial

Stratifikasi pada masyarakat modern terbentuk melainkan adanya pembagian kerja yang singkat.

Tidak semua individu yang terlahir dari keluarga konglomerat dengan berstatus sosial tinggi, tetapi juga ada yang terlahir dari keluarga sederhana bahkan keluarga yang miskin.

Stratifikasi sossial mempunyai dua sifat diantaranya adalah sebagai berikut:

Sifat Alamiah

Penyebab utama terbentuknya kasta masyarakat secara alamiah ialah keturunan, aksentuasi, dan lain sebagainya.

Sifat Disengaja

Selain itu, ada juga alasan utama stratifikasi sosiial yang dilakukan secara sengaja ialah berhubungan dengan pembagian otoritas dan tugas resmi dalam suatu organisasi formal, seperti contohnya dalam pemerintahan, Perusahaan, Parpol dan lain sebagainya.

Dasar Pembentukan Stratifikasi Sosial

Dasar pembentukan stratifikasi sossial Dicuplik situs (Kemendikbud), semua hal yang bisa dijadikan sebagai dasar stratifikassi sosial apabila sesuatu dianggap bernilai atau berharga daripada dengan yang lain.

Stratifikasi sossial juga biasanya dapat terbentuk berdasarkan otoritas, kekayaan, pendidikan, kedudukan, dan juga keturunan.

Dasar Kekayaan

Dalam hal ini, dimana Masyarakat akan lebih memiliki sikap hormat terhadap orang yang mempunyai harta kekayaan dibandingkan dengan orang yang tak mempunyai apapun.

Apabila itu terjadi maka dasar stratifikasi sossial ialah kekayaan atau ekonomi. Stratifikasi juga dapat disebut kelas sosial.

Kelas sosial merupakan stratifikasi sossial berdasarkan ekonomi. Masyarakat tidak dapat melepaskan aspek ekonomi dari aspek pekerjaan dan pendidikan. Pekerjaan dengan penghasilan adalah bagian penting dari ekonomi.

Dasar Pendidikan

Semakin tinggi pendidikan, maka semakin tinggi juga posisi sosialnya dalam masyarakat.

Lapisan di bidang pendidikan tersebut dapat dilihat dari lulusan SD,SMP,SMA, hingga perguruan tinggi.

Tingkatan ilmu pengetahuan masih dipakai dalam kehidupan masyarakat. Karena pendidikan juga akan menjadi persyaratan bagi pekerjaan.

Dasar Kekuasaan

Apabila kekuasaan yang akan masuk dalam tingkatan atas. Dengan kekuasan yang tinggi maka akan lebih hormat,berbeda jika kekuasaan yang dimiliki rendah.

Jenis Stratifikasi Sosial

Stratifikasi Sosial
Stratifikasi Sosial

Berdasarkan stratifikasi sossial ada dua jenis perbedaan diantaranya adalah :

Stratifikasi Sosial Tertutup

Stratifikassi sosial tertutup terjadi apabila masyarakat tidak dapat beralih dari satu kasta dari kasta lain.

Pada stratifikasi itu biasanya terjadi dalam lingkungan masyarakat yang menerapkan sistem strata maupun aristroktatis.

Stratifikasi sossial tertutup contohnya pada sistem kasta seperti di Bali dan juga India.

Stratifikasi Sosial Terbuka

Stratifikasi sossial terbuka terjadi apabila masyarakat dapat beralih dari satu kasta ke kasta lain.

Pada dasar stratifikasi yang dipakai kekuasaan, apakah setiap kasta dapat beralih dari atas ke bawah atau bahkan sebaliknya.

Siapa saja dapat beralih dari yang mempunyai kekayaan berlimpah, hingga menjadi orang yang tidak mempunyai apa pun.

Begitupun sebaliknya dari orang yang hanya mempunyai sedikit kekayaan hingga mendapat harta yang melimpah.

Yang menjadi pembeda antara stratifikasi sossial tertutup dan Stratifikassi sosial terbuka ialah keterbukaan stratifikasi sossial yang dilihat dari mudah atau tidaknya.

Dan sering atau tidaknya individu yang memiliki status sosial tertentu memperoleh kasta yang lebih tinggi

Bentuk & Contoh Stratifikasi Sosial

Faktor utama yang menentukan strata sosial seorang ialah kekayaan, kekuasaan, pekerjaan dan pendidikan, akan tetapi begitu juga terdapat faktor lain yaitu Usia,Jenis kelamin, Agama, etnis, ras, dan laim sebagainya.

Berdasarkan dengan faktor-faktor tersebut, stratifikasi sosiaal dapat dikategorikan kedalam tiga kelompok, yaitu:

Stratifikasi Ekonomi

Stratifikasi yang terjadi melalui faktor ekonomi termasuk faktor utama yang mendasari terbentuknya kelas sosial.

Secara umum, munculnya kelas sosial ada pada masa revolusi industri dan kapitalisme,yang dimana masyarakat dibagi menjadi dua kelas yakni kelas pekerja/kelas bawah dan kelas pemilik modal atau alat produksi/kelas atas.

Seiring berkembangnya masyarakat, tinggi penghasilan seseorang atau jabatan dalam pekerjaannya akan menjadi faktor ekonomi yang memengaruhi kedudukan individu pada masyarakat.

Seorang Individu dengan jenis profesi yang membutuhkan pendidikan, kemampuan dan keterampilan tinggi cenderung berada pada kelas sosial atas, begitu juga sebaliknya.

Contohnya saja, pada masyarakat kota yang memiliki jabatan tinggi pada suatu perusahaan dan dibayar dengan gaji yang sangat tinggi biasanya mendapat penghargaan lebih baik dan dianggap lebih terpandang sehingga dapat dikelompokkan sebagai kelas teratas.

Jika masyarakat yang berbeda mencirikan pembagian maka kelas sosial yang berbeda pula.

Contoh lain, dalam latar belakang masyarakat perdesaan, luas sawah yang dimiliki individu umumnya dapat dijadikan dasar penetapan kelas sosial tertentu.

Stratifikasi Politik

Faktor politik yang mengasasi terbentuknya stratifikassi sosial ialah otoritas.

Rincinya, kekuasaan diartikan sebagai skill/ kemampuan yang dimiliki seseorang individu untuk memotivasi orang lain dalam meraih tujuannya.

Biasanya, kekuasaan didapatkan oleh individu melalui jabatan formal. Makin tinggi jabatan individu maka ia akan makin dihormati oleh masyarakat dan menduduki kelas sosial atas, begitupun sebaliknya.

Contohnya seperti pada sistem demokrasi Indonesia, individu dengan jabatan formal pada bidang pemerintahan yang dikenal dengan sebutan ‘kelas penguasa’ diantaranya ialah Presiden, Menteri, MPR dan lain-lain.

Selain jabatan konvensi, jabatan lain yang juga dihormati oleh masyarakat ialah kyai agama, kepala suku atau juga tokoh masyarakat yang sangat terkenal.

Stratifikasi Status Sosial

Berdasarkan hal ini, pembagian kelas terhadap masyarakat diasasi oleh perbedaan status dalam kehormatan.

Secara umum, individu yang berasal dari kelas terhormat atau kelas atas akan mengarah untuk membatasi pergaulan dengan orang dari luar kelasnya.

Contoh stratifikasi status sosial juga dapat ditemukan pada sistem strata pada masyarakat India atau pada status Bangsawan dalam kerajaan Inggris.

Indonesia juga dikenal dengan istilah darah biru, yang mana individu berposisikan tinggi dalam masyarakat karena masih merupakan keturunan kerajaan Jawa.

Sekian dulu ya materi yang bisa edmodo.id sampaikan kali ini, semoga bisa bermanfaat.

Baca Juga :