Panitia Sembilan

Posted on

Panitia Sembilan – Pengertian dari pada panitia sembilan sendiri ialah merupakan sebuah susunan kepanitiaan kecil yang memiliki tugas secara khusus dan di dalamnya terdapat sembilan orang anggota.

Pada awalnya adanya kepanitian ini diprakarsai oleh presiden pertama indonesia yakni Ir. Hal tersebut dilakukan setelah sebelumnya beliu menjumpai 38 para anggota BPUPKI pada saat akan membahas mengenai masalah dasar negara.

Kemudian ketika susunan kepanitian itu berhasil dibentuk, dengan serentak semua para anggotanya sepakat bahwa bentuk kepanitian ini harus memiliki ketua/pimpinan.

Sehingganya dengan kesepakatan bersama akhirnya para anggota menetapkan bahwa Ir. Soekarno yang akan memimpin atau menjadi ketua dari pada panitia sembilan.

Adanya pembentukan kepanitiaan ini pada awalnya memang sengaja dibentuk, karena dianggap bisa membantu untuk menangi permasalahan terkait mengenai dasar negara dan juga keterkaitan masyarakat baik antara agama mauupun negara. 

Tugas Panitia Sembilan

Panitia Sembilan
Panitia Sembilan

Dan seperti yang ada pada penjelasan diatas itu, bahwasannya diketahui tugas dari seorang panitia sembilan itu sesungguhnya sebagai orang yang dapat menangani semua masalah – masalah yang terkait dengan dasar sebuah negara, yang diantaranya ialah seperti dibawah ini :

Membuat Rumusan Dasar Negara Indonesia

Tugas umumnya Panitia Sembilan itu ialah sebagai pembuat rumusan sebuah dasar negara Indonesia.

Tugas tersebut dikatakan sebagai tugas yang begitu penting sebab rumusan dasar negara itu menjadi sebuah asas juga landasan bagi negara Indonesia, yang dikala itu sedang melakukan persiapan – persiapan untuk merdeka.

Memberi Masukan Mengenai Rumusan Dasar Negara

Pada masing – masing anggota Panitia Sembilan itu wajib untuk selalu aktif dalam memberikan saran tentang rumusan dasar negara yang sedang siap – siap dibuatkan.

Terdapat dua perumusan dasar negara, yaitu pada sebuah sidang BPUPKI yang pertama, Soekarno bersama Mohammad Yamin merupakan kelompok dari anggota panitia sembilan itu sendiri.

Menampung Saran dan Usulan Tentang Dasar Negara

Sedangkan dalam memberikan sebuah saran itu, semua anggota Panitia Sembilan juga diperbolehkan menampung atau menimbang – nimbang saran atau usulan yang diberikan oleh anggota lain ataupun tokoh – tokoh yang tidak termasuk kedalam anggota panitia sembilan yang merumuskan dasar negara.

Menyusun Naskah Rumusan Dasar Negara

Dan tugas terakhir dari Panitia Sembilan itu sendiri ialah sebagai penyusun naskah juga rumusan dari dasar negara yang berdasarkan dari hasil pemikiran atau usulan oleh masing – masing anggota.

Serta akhirnya dapat tersusun dengan rapih naskah rumusan dasar negara dengan menghasilkan 5 poin yang dinamakan Piagam Jakarta yang diusulkan oleh Mohammad Yamin.

Anggota Panitia Sembilan

Panitia Sembilan
Panitia Sembilan

Dibawah ini penjelasan nama – nama anggota Panitia Sembilan lengkap dengan foto profilnya, diantaranya :

Ir. Soekarno (Ketua)

Seorang Ir. Soekarno yang sering sekali dipanggil dengan menggunakan julukan Bung Karno ini, asalnya lahir dikota Surabaya pada bulan juni tanggal 6 tahun 1901 dan meninggal dunia dikota Jakarta pada bulan juni tanggal 21 tahun 1960.

Dikelompok panitia sembilan, beliau diberikan mandat jabatan sebagai ketua.

Beliaupun sebagai presiden negara indonesia yang pertama. Beliau ialah sosok tokoh yang ikut berjuang didalam mewujudkan kemerdekaan Indonesia.

Sepenggalan kata dari seorang Bung Karno yang begitu dikenal ialah :

Beri ku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut gunung semeru dari akarnya. Beri ku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia.

Drs. Moh Hatta (Wakil Ketua)

Drs. Moh Hatta ialah sebagai seorang wakil ketua didalam kelompok panitia sembilan, yang ternyata juga menjabat sebagai wakil presidenyang pertama untuk negara republik Indonesia.

Beliau lahirnya dibukittinggi, Sumatera Barat pada 12 Agustus 1902 dan meninggal dunia dikota Jakarta pada 14 Maret 1980 disaat usianya menginjak 77 thn.

Drs Moh Hatta akrab sekali dipanggil dengan julukan Bung Hatta yaitu seorang tokoh yang juga sangat berperan didalam kemerdekaan negara Indonesia.

Beliau sangat dikenal sebagai sosok yang berjiwa santun, jujur juga taat agamanya.

Mr. Achmad Soebardjo (Anggota)

Mr. Achmad Soebardjo yang memiliki nama lengkap yakni Raden Achmad Soebardjo Djojoadisoerjo yang lahir dikota Karawang 23 Maret 1896 dan meninggal dunia15 Desember 1978. 

Sedangkan beliau sendiri ialah seorang Menteri Luar Negeri yang pertama untuk Indonesia dan juga sebagai salah satu dari pejuang yang ikut merebut kembali kemerdekaan dari para penjajah.

Bukan hanya itu saja, sebagai seorang pejuang kemerdekaan, beliaupun menjadi seorang diplomat juga pahlawan nasional Indonesia.

Mr. Mohammad Yamin (Anggota)

Prof. Mr. Mohammad Yamin, S.H  ialah seorang politikus sekaligus ahli hukum yang sangat dihormati sebagai seorang pahlawan nasional yang dimiliki Indonesia.

Dari pada itu, beliaupun adalah seorang tokoh sejarawan, sekaligus sastrawan juga budayawan.

Beliau lahir dikota Talawi, Sawahlunto, Sumatera Barat 23 Agustus 1903 dan meninggal dunia dikota Jakarta 17 Oktober 1962 pada usia 59 thn.

Beliaupun ikut andil dalam merumuskan dasar negara yang dapat menghasilkan sebuah Piagam Jakarta.

Beliaupun salah satu dari seorang pelopor Sumpah Pemuda yang merupakan pencipta puisi modern Indonesia.

Masa setelah Indonesia merdeka, beliaupun pernah diberi jabatan menjadi anggota DPR sekaligus menteri.

H. Agus Salim (Anggota)

Haji Agus Salim ialah seorang pejuang kemerdekaan yang dilahirkan diKota Gadang, Agam, Sumatera Barat 8 Oktober 1884 dan meninggal dunia dikota Jakarta 4 November 1954 saat usia 70 thn.

Sedangkan ditahun 1915, beliaupun pernah juga bergabung kedalam Sarekat Islam (SI) serta dijadikan pemimpin kedua setelah sebelumnya dijabat oleh H.O.S Tjokroaminoto.

Dan saat ini beliaupun telah ditetapkan sebagai salah satu Pahlawan Nasional Indonesia.

Namanya yang kini diabadikan sebagai nama dari stadion sepak bola dikota Padang.

K.H. Wahid Hasyim (Anggota)

Sosok beliau ini lahir dikota Jombang, Jawa Timur 1 Juni 1914 dan meninggal dunia dikota Cimahi 19 April 1953 diusia 38 thn.

K.H. Wahid Hasyim ialah tokoh pahlawan nasional Indonesia yang juga sebagai menteri dikabinet pertama Indonesia.

Beliau adalah Ayah dari alm Presiden Indonesia yang ke 4 yaitu Abdurrahman Wahid yang merupakan salah seorang ulama yang begitu moderat, subtansif, juga inklusif.

Beliaupun yang memiliki pemikiran untuk segera mengganti kalimat di rumusan teks pancasila dari yang sebelumnya yaitu Kewajiban Menjalankan Syariat Islam bagi Pemeluknya diganti menjadi Ketuhanan yang Maha Esa.

Dan setelah Indonesia merdeka, beliaupun ditunjuk sebagai anggota menteri negara.

Abdoel kahar Moezakir (Anggota)

Prof. K.H. Abdoer Kahar Moezakir yang lahir dikota Yogyakarta thn 1908. Beliau ialah seorang tokoh Islam yang dulu pernah menjadi anggota dari Dokuritsu Zunby Tyoosakai atau yang disebut Badan Penyelidik Usaha – usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia.

Beliaupun juga ialah rektor magnificus yang dipilih oleh Universitas Indonesia yang pertama kali dengan sebutan STI selama kurang lebih 2 periode.

Dan di saat ini beliau sedang diusulkan untuk mendapatkan atau dianugerahi gelar pahlawan nasional Indonesia.

Dan selain dari pada itu, beliaupun juga menjadi salah seorang tokoh pendidikan Indonesia.

Abikoesno Tjokrosoejoso (Anggota)

Abikoesno Tjokrosoejoso tokoh ini lahir dikota Karanganyar, Kebumen thn 1897 dan meninggal dunia thn 1968.

Dan setelah Indonesia merdeka, beliau diberi jabatan sebagai Menteri Perhubungan sekaligus penasehat Biro Pekerjaan Umum.

Abikoesno juga dihormati sebagai bapaknya pendiri kemerdekaan Indonesia.

Disaat pemerintahan Jepang, beliaupun menjadi perwakilan tokoh Islam  yang berada dibawah lindungan Badan penyelidik Usaha Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).

Hingga pada saat ini, Abikoesno ialah seorang tokoh yang tidak mungkin dilupakan.

Mr. Alexander Andries Maramis (Anggota)

Mr. Alexander Andries Maramis yang lebih terkenal dengan sebutan A.A Maramis yakni lahir dikota Manado, Sulawesi Utara 20 Juni 1897 dan meninggal dunia ditahun 1977 pada usia 80 thn.

Maramis juga pernah dijadikan anggota BPUPKI tahun 1945 serta terkenal sebagai Founding Father yang artinya pendiri bangsa Indonesia.

Sesudah Indonesia merdeka, beliaupun dijadikan Menteri Keuangan pertama yang dimiliki Republik Indonesia.

Hasil Sidang BPUPKI

Pada Hasil Sidang Pertama BPUPKI di 29 Mei 1945 hingga 1 Juni 1945, dijelaskan oleh tokoh – tokoh dibawah ini :

Muh.Yamin (29 Mei 1945)

  • Kesejahteraan untuk rakyat.
  • Peri pada kebangsaan.
  • Peri pada kemanusiaan.
  • Peri pada ketuhanan.
  • Peri pada kerakyatan.

Prof.Dr.Supomo (31 Mei 1945)

  • Keadilan bagi rakyat.
  • Persatuan.
  • Saling kekeluargaan.
  • Keseimbangan lahir dan batin.
  • Musyawarah.

Ir.Soekarno (1 Juni 1945)

  • Kebangsaan Negara Indonesia.
  • Internasionalisme juga kemanusiaan.
  • Mufakat serta berdemokrasi.
  • Kesejahteraan baagi sosial.
  • Ketuhanan YME.

Isi Piagam Jakarta

Di 22 Juni 1945 setelah dirumuskan Piagam Jakarta dikediaman Ir.Soekarno.

Mulailah penyusunan isi Piagam jakarta dilaksanakan oleh Panitia Sembilan.

Berdasarkan bunyi Piagam Jakarta tersebut, dapat disimpulkan bahwasannya terdapat 5 poin utama didalam Piagam Jakarta tersebut, yang diantaranya ialah :

  • Ketuhanan yang dijalankan menurut syariat Islam untuk pemeluk – pemeluknya.
  • Kemanusiaan yang adil serta beradab.
  • Persatuan Indonesia.
  • Kerakyatan yang dipimpin bagi hikmat serta kebijaksanaan didalam permusyawaratan perwakilan.
  • Keadilan sosial untuk semua rakyat Indonesia.

Dan ketahuilah bahwa isi dari piagam Jakarta itu telah diterima dengan sangat baik serta dijadikan masukan didalam teks pembukaan UUD 1945.

Kemudian di sidang PPKI 1945, teks piagam Jakarta telah disahkan dengan adanya sebuah perubahan disila yang pertama yaitu kata dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk – pemeluknya dijadikan YME (Yang Maha Esa).

Kali ini itu saja yang dapat edmodo sampaikan mengenai materi panitia sembilan, semoga apa yang edmodo sampaikan ini dapat menjadi tambahan ilmu yang bermanfaat bagi sahabat semua.

Baca Juga :