Mobilitas Sosial

Posted on

Mobilitas Sosial – Dan materi yang akan edmodo.id sampaikan ini ialah tentang mobilitas sosial, yang akan edmodo.id terangkan secara lengkap dengan Pengertian, Bentuk, Saluran, Dampak dan Faktor.

Pada kesempatan sebelumnya juga edmodo.id telah menyampaikan sebuah materi yang judulnya Contoh Interaksi Sosial Dalam Kehidupan Sehari hari.

Mari langsung saja kalian baca materi mobilitas sosial yang saat ini edmodo.id siapkan untuk kalian semuanya.

Pengertian Mobilitas Sosial

Mobilitas Sosial
Mobilitas Sosial

Mobilitas sosial merupakan perubahan, pergeseran, peningkatan, atau juga penurunan status dan posisi anggotanya.

Mobilitas berasal dari bahasa latin yang artinya mudah bermigrasi atau juga cukup banyak bergerak dari satu tempat ke tempat lainnya.

Sosial mengandung i makna gerak yang melibatkan individu atau sekelompok masyarakat dalam suatu kelompok sosial.

Mobilitas yang diadakan oleh seseorang akan menempatkan seseorang tersebut pada satu kelas sosial atau stratifikasi sosial namun berbeda dari yang sebelumnya.

Stratifikasi sosial juga terdapat pengelompokkan kelas-kelas yang disebut dengan Class Sistem yang mencantumkan mereka masuk pada kelas yang cocok dengan keadaan yang mereka miliki.

Pengertian Mobilitas Sosial Menurut Para Ahli

Menurut Horton Dan Hunt (1999)

Mobiltas sosial ialah pergeseran dari satu kelas sosial ke kelas sosial lainnya atau perpindahan dari kasta yang satu ke kasta yang lainnya. 

Menurut Sunarto (2004)

Mobilitas sosiial merupakan pergeseran seorang individu, keluarga ataupun kelompok sosial dari golongan ke golongan sosial lainnya.

Saat perpindahan dilakukan dapat mempengaruhi terhadap status sosial yang dimiliki yaitu bisa naik atau juga bisa turun, bahkan masih tetap lapisan yang sama namun dalam pekerjaan yang berbeda.

Menurut Suyanto (2004)

Mobilitas sosial merupakan suatu gerak pergeseran dari satu kelas sosial ke kelas sosial lainnya atau gerak pindah dari strata yang satu ke strata yang lainnya baik itu bentuk peningkatan ataupun penurunan dalam bidang status sosial umumnya termasuk aspek penghasilan, yang dapat dijalankah oleh sebagaian individu atau bahkan seluruh anggota suatu kelompok.

Menurut Narwoko Dan Suyanto (2010)

Mobilitas sosial adalah suatu gerak dalam struktur sosial yaitu sistem-sistem tertentu yang mengatur insitusi suatu kelompok sosial.

Struktur sosial membahas sifat hubungan antara individu dalam kelompok dan hubungan antara individu dengan kelompok.

Menurut Mantra Dan Pitoyo (1998)

Mobilitas sosial adalah pergeseran kedudukan individu atau juga sekelompok orang dari lapisan yang satu ke lapisan yang lain.

Contohnya, seorang pensiunan pegawai rendah salah satu departemen berpindah pekerjaan menjadi seorang pengusaha dan berhasil dengan sukses. 

Bentuk Mobilitas Sosial

Mobilitas Sosial
Mobilitas Sosial

Pembagian berupa mobilitas soosial dialaskan pada berpengaruh atau tidaknya hasil pergeseran status sosial yang dijalankan dengan harkat sosial yang dimiliki.

Biasanya bentuk mobilitas sosiial diibagi menjadi dua, yakni Vertikal dan Horizontal.

Mobilitas Sosial Vertikal

Ketika kamu berada ditengah sebuah garis vertikal , kamu memiliki kesempatan untuk naik ke atas maupun turun kebawah.

Nah begitupun dengan mobilitas vertikal yang dibedakan menjadi mobilitas sosiial vertikal keatas maupun kebawah.

Yang dimaksud hal tersebut adalah, pergeseran status sosial yang terjalin bisa menjadi lebih tinggi/naik dan lebih rendah/turun.

Oleh karena itu, mobilitas vertikal merupakan pergeseran status sosial yang dimiliki seorang individu dan suatu kelompok ke status sosial lain yang tidak setara dari yang sebelumnya.

Mobilitas Sosial Horizontal

Selanjutnya coba bayangkan kamu berada di tengah sebuah garis horizontal.

Pada saat kamu berada diposisi garis horizontal, mau Anda pindah ke kanan atau ke kiri, pasti kamu akan tetap di satu tempat yang sejajar seperti itulah mobilitas horizontal.

Dalam mobilitas horizontal, pergeseran status sosial yang dialami seseorang individu atau kelompok tidak akan mengubah derajat sosialnya atau akan tetap sejajar seperti sebelumnya.

Contohnya, seorang dokter yang bekerja di salah satu rumah sakit Jakarta diharuskan pindah tugas ke rumah sakit Yogyakarta.

Pada hal itu, dokter tersebut mengalami mobilitas horizontal, yaitu perpindahan atau pergeseran tempat kerja namun tidak mengubah status sosialnya sebagai dokter.

Saluran Mobilitas Sosial

Mobilitas Sosial
Mobilitas Sosial

Ada beberapa frekuensi yang memungkinakan individu untuk melakukan mobilitas sosiial, diantara nya adalah :

Institusi Pendidikan

Tingkat pendidikan juga sering dianggap sebagai faktor penting yang dapat meningkatkan status sosial seseorang individu.

Institusi pendidikan juga bukan hanya pendidikan formal, tetapi juga informal dan non-formal.

Misalnya, sekolah dan universitas adalah institusi pendidikan yang berperan sebagai frekuensi mobilitas vertikal untuk seseorang yang ingin mendapatkan pekerjaan yang baik dan meningkatkan derajat kehidupannya.

Institusi Keagamaan

Tempat yang bersifat keagamaan juga bisa melaksanakan mobolitas sosial’

Seorang ahli agama contohnya seperti seorang Ustadz dipandang sebagai orang yang memiliki posisi tinggi dan dihormati oleh banyak masyarakat.

Organisasi Politik

Organisasi politik misal partai politik ialah frekuensi yang memungkinkan individu untuk melakukan mobilitas sossial vertikal.

Para tokoh-tokoh politik biasanya dipandang mempunyai status sosial yang tinggi dimata masyarakat luas.

Organisasi Ekonomi

Dalam hal ini organisasi ekonomi sebagai saluran mobilitas ssosial dapat merujuk pada suatu perusahaan.

Individu yang bekerja pada perusahaan dapat melakukan mobilitas sossial karena perusahaan memungkinkan orang untuk saling berkompetisi memposisikan jabatan tertentu dan merubah status sosialnya.

Organisasi Keahlian

Organisasi sosial hampir sama dengan pendidikan, organisasi keahlian misal IDI atau Ikatan Dokter Indonesia membolehkan orang untuk memperoleh status sosial tertentu dan mendapat akreditasi dari masyarakat.

Akademi Militer

Akademi militer adalah saluran mobilitas yang dapat mendorong individu untuk melakukan pergeseran suatu kedudukan sosial secara pangkat kemiliteran.

Ikatan Pernikahan

Seorang individu dapat mengubah kondisi dirinya dan mendapatkan status sosial tertentu dengan mempertalikan ikatan perkawinan dengan pasangan yang mempunyai status sosial tinggi dari dirinya.

Konsumsi Budaya

Dengan menggunakan produk misalnya seperti pakaian rincian desainer ternama dan barang-barang yang sangat mewah, seseorang bisa memperoleh status sosial yang sangat tinggi dimata masyarakat luas.

Dampak Mobilitas Sosial

Dampak Mobilitas sossial dibagi menjadi dua yaitu :

Dampak Positif

  • Dapat terjadinya interaksi i sosial dalam masyarakat.
  • Mendorong seseorang individu untuk berusaha memperbaiki kehidupan lebih baik
  • Mempercepat adanya perubahan sosial masyarakat menjadi lebih maju lagi.

Dampak Negatif

  • Menyebabkan munculnya gejala psikolog misal seperti kepanikan dan ketakutan.
  • Dapat menimbulkan konflik sosial antar individu yang berbeda kelas, dengan kelompok yang berbeda konteks suku, etnis, ras dan agama serta konflik antar generasi.
  • Mengurangnya solidaritas dan hubungan sosial antar kelompok masyarakat.
  • Selanjutnya, dapat menimbulkan kompetisi yang timpang.

Faktor Mobilitas Sosial

Dibagi menjadi 2 yaitu faktor pendorong dan penghambat yakni :

Faktor Pendorong

Ada juga faktor-faktor pendorong terjadinya mobilitas sossial diantara nya adalah:

  • Struktural

Faktor ini berhubungan dengan kesempatan seseorang untuk menempati sebuah posisi dam kemudahan untuk mendapatkannya.

Kalau di Indonesia sih struktur masyarakatnya sangat terbuka. Jadi, kesempatan kamu untuk menempati berbagai jabatan yang tinggi, seperti manajer bahkan presiden, menjadi lebih besar lho!

  • Individu

Faktor ini dapat dilihat dari kualitas individu bentuk prilaku, pengetahuan, dan juga ketertiban.

Seorang anak pasti dilahirkan dari status sosial yang dimiliki orang tuanya

Apabila seseorang tidak puas dengan status sosial yang diwarisi orang tuanya ia dapat berusaha untuk menciptakan status sosial yang lebih tinggi.

Namun, dia harus memiliki tingkat pendidikan terlebih dahulu agar menjadi individu yang sangat berkualitas.

  • Ekonomi

Apabila kondisi ekonomi dalam masyarakat cenderung baik maka mobilitas sosiial pun dapat terwujud.

Situasi ekonomi yang sangat baik akan membuat masyarakat lebih mudah mendapat modal, pendidikan, dan kesempatan lainnya. 

Namun, kalau kondisi ekonominya sangat buruk, masyarakat akan mempunyai penghasilan terbatas sehingga sangat sulit untuk memenuhi seluruh keperluannya dan mobilitas sosiial tidak akan bisa terjadi.

  • Politik

Faktor ini sangat bergantung pada kondisi politik suatu negara. Kondisi negara yang tidak stabil akan mempengaruhi situasi keamanannya.

Diindonesia kondisi keamanan cukup baik sehingga rodapun berjalan lancar.

Demikian, kesiapan dan kemudahan dalam bekerja juga lebih baik sehingga masyarakat mampu melaksanakan mobilitas sossialnya.

  • Kependudukan

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah penduduk di Indonesia hampir selalu bertambah dari waktu ke waktu.

Dan dapat mempersempit lahan pemukiman bahkan timgkat kemiskinan lebih tinggi.

Oleh karena itu, kasus kependudukan seperti ini dapat mendorong individu dan pemerintah untuk mengarahkan masyarakat agar bermigrasi ke daerah lain sehingga mobilitas sosial pun terjadi.

Faktor Penghambat

Selain faktor pendorong, ada juga faktor penghambat bagi mobilitas sosial. Jika faktor-faktor di bawah ini masih ada maka akan sulit untuk masyarakat melakukan mobilitas sosiall.

Ada juga beberapa faktor penghambat dari mobiliitas sosial, yaitu:

  • Kemiskinan

Masyarakat yang mengalami kemiskinan akan kesulitan untuk mencapai status sosial tertentu. Salah satu sebab kemiskinan yaitu pendidikan yang sangat rendah. 

Dengan pendidikan yang rendah, kualitasnya sebagai sumber daya manusia juga menjadi rendah.

Karena, kompetensi untuk bersaing dalam memperoleh pekerjaan menjadi sangat terbatas.

  • Diskriminasi

Diskriminasi yang bearti membedakan prilaku terhadap sesama karena alasan perbedaan , suku, ras, etnis, dan agama.

Maka perlakuan membedakan seperti ini sangat tidak baik, selain dapat menyebabkan konflik, juga dapat menghambat mobiliitas sosial.

  • Perbedaan Jenis Kelamin (Gender)

Melihat perbedaan jenis kelamin misal mempunyai falsafah bahwa harkat pria lebih tinggi dibandingkan wanita juga bisa menghambat mobilitas sosial.

Seperti , pandangan bahwa perempuan tidak perlu memiliki pendidikan yang tinggi karena yang bekerja adalah suami. 

Perilaku tersebut dapat menghambat prestasi dan pencapaian seseorang untuk melakukan mobilitas agar status sosialnya meningkat.

Sekian yang dapat edmodo.id uraikan mengenai materi mobilitas sosial, semoga ulasan diatas bisa membantu.

Baca Juga :