Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM)

Posted on

Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) – Assalamualaikum Wr Wb.Alhamdulillah atas izin Alloh SWT serta Ridho dari junjungan Kita Nabi Muhammad SAW, kita dapat berjumpa lagi dalam pembahasan artikel kali ini.

Dimana Edmodo.Id akan membahas materi dengan tema mengenai Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Yang Berdasarkan Pengertian, Contoh, Fungsi dan Ciri. Langsung saja pembahsannya dibawah ini.

Pengertian

Lembaga Swaadaya Masyarakat

Di masyarakat, organisasi / organisasi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) atau non-pemerintah telah tumbuh dan berkembang sebagai tempat di mana anggota komunitas warga negara Republik Indonesia secara sukarela mengekspresikan diri mereka atau dinyatakan sebagai organisasi non-pemerintah.

Istilah “organisasi nonpemerintah” pertama kali diakui dalam Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1982 tentang Ketentuan Dasar Terkait dengan Pengelolaan Lingkungan dan menangani masalah lingkungan.

Organisasi LSM dapat diartikan sebagai organisasi / lembaga yang dibentuk oleh anggota masyarakat. Warga negara Republik Indonesia secara sukarela atas kemauan dan keinginan mereka sendiri dan berpartisipasi dalam kegiatan tertentu yang ditetapkan oleh organisasi / lembaga sebagai bentuk partisipasi masyarakat dalam upaya meningkatkan standar kehidupan dan kesejahteraan masyarakat, yang menekankan swasembada dedikasi.

Kemudian, dalam perkembangannya, LSM memiliki bidang kegiatan yang tidak terbatas pada lingkungan, tetapi mencakup bidang-bidang lain sesuai dengan minat dengan tujuan meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat baik secara spiritual maupun fisik.

Keberadaan dan kebebasan partisipasi dan pembangunan, di satu sisi, dan untuk kebaikan masyarakat dan negara, di sisi lain, membutuhkan iklim yang menguntungkan yang dapat merangsang antusiasme, kreativitas dan dinamika masyarakat di semua bidang sehingga bahwa organisasi non-pemerintah dapat berkembang secara mandiri dan sukarela.

Karena itu, LSM sebagai mitra pemerintah harus didorong dengan memberikan panduan, bimbingan, dan dorongan.

Organisasi non-pemerintah, yang biasa disebut LSM, juga disebut di Indonesia sebagai organisasi non-pemerintah (LSM). Di tingkat internasional, lembaga ini disebut sebagai organisasi non-pemerintah (LSM).

Sebuah laporan PBB tahun 1998 mengindikasikan bahwa ada 29.000 LSM internasional di dunia, yang sebagian besar dibentuk dalam 30 tahun terakhir. Keberadaan sebuah LSM memiliki sejarah dan sejarahnya sendiri sesuai dengan bentuk institusi.

Perlu dicatat bahwa organisasi LSM juga merupakan organisasi yang diciptakan oleh individu atau kelompok orang yang secara sukarela memberikan layanan kepada penduduk tanpa tujuan untuk mendapatkan keuntungan.

Dengan demikian, pembentukan LSM ini didasarkan pada prinsip sukarela tanpa harapan menghasilkan keuntungan besar. Selain menjadi relawan, organisasi non-pemerintah juga menganut prinsip Panchila.

Ini, tentu saja, karena organisasi LSM tinggal dan berkembang di Indonesia, yang mendukung Pancasila. Tentu saja, prinsip-prinsip dalam Panchil selalu diterapkan dalam setiap kegiatan LSM dalam kehidupan masyarakat, bangsa dan negara.

Ciri-Ciri LSM

Ciri-Ciri LSM

Kita dapat mengatakan bahwa suatu organisasi termasuk dalam organisasi non-pemerintah jika memiliki karakteristik sebagai berikut:

  • Kegiatan organisasi ini sangat bermanfaat bagi masyarakat umum, dan tidak hanya untuk anggota mereka atau untuk profesi tertentu.
  • Organisasi ini bukan bagian dari pemerintah atau birokrasi, pendanaan juga tidak terkait dengan pemerintah.
  • Organisasi untuk mencapai tujuannya.
  • Uang difokuskan tidak hanya pada keuntungan, tetapi karena ada tujuan tertentu yang bermanfaat bagi masyarakat secara keseluruhan.

Tujuan LSM

Setiap organisasi non-pemerintah memiliki tujuan yang berbeda tergantung pada ruang lingkup kehidupannya. Dengan demikian, untuk melihat apakah organisasi non-pemerintah telah berhasil memenuhi fungsinya dengan baik atau tidak, tujuan LSM harus diperiksa ulang.

Indonesia saat ini memiliki beberapa bidang di bawah naungan LSM, contohnya dapat dilihat di bawah ini:

  1. Organisasi non-pemerintah untuk perlindungan saksi dan korban, LSM ini bertujuan melindungi mereka yang menjadi korban dan saksi dalam kasus ini, baik pidana maupun sipil.
    Ini dilakukan karena ada banyak korban dan saksi yang tidak melaporkan kejahatan, karena mereka diancam, dan mereka tidak dapat dengan bebas melaporkan alasan perkelahian antara korban atau saksi yang lain. Nah, LSM ini akan memberi mereka perlindungan sehingga korban dan saksi tidak perlu takut melaporkan kejahatan.
  2. Organisasi non-pemerintah yang terlibat dalam masalah lingkungan, LSM ini berupaya untuk mengawasi dan berpartisipasi dalam perlindungan lingkungan alam.
    Biasanya ada LSM, khususnya, daerah-daerah seperti LSM yang melindungi hutan, LSM yang melindungi flora dan fauna yang terancam punah, LSM yang berurusan dengan pelaut, dan semua yang mereka miliki. LSM untuk tujuan ini juga menjadi lebih luas seiring dengan perusakan alam dan kurangnya perhatian khusus dari pemerintah.
  3. Organisasi non-pemerintah yang melindungi pekerja migran dan pekerja migran, hak-hak pekerja migran sering diabaikan oleh pemerintah, sehingga organisasi non-pemerintah muncul pada saat ini yang berupaya melindungi pekerja migran dan pekerja migran yang menerima perawatan yang tidak pantas di luar negeri, terutama bagi mereka yang menjadi pekerja adalah pekerja migran.
  4. Organisasi non-pemerintah yang melindungi anak-anak dan perempuan, LSM ini berupaya melindungi anak-anak dan perempuan yang menjadi korban kekerasan dan kekerasan, serta bentuk-bentuk tindakan kriminal lainnya.

Ini sangat penting karena perempuan di Indonesia masih sering kehilangan haknya, sehingga kemungkinan mereka akan melapor ke polisi mungkin kecil. Dengan demikian, organisasi non-pemerintah ini akan terus memberikan saran kepada publik untuk melaporkan semua jenis tindakan kriminal kepada organisasi non-pemerintah, dan organisasi non-pemerintah akan mengirimkannya kepada pihak berwenang.

Fungsi LSM

Fungsi LSM

Lembaga swadaya masyarakat (LSM) akan dapat mencapai tujuan mereka dengan baik jika mereka dapat menjalankan fungsinya dengan baik.

Berikut ini adalah beberapa fungsi dari organisasi non-pemerintah di Indonesia:

  • Organisasi non-pemerintah juga harus mempelajari dan mengembangkan potensi penuh dari anggotanya sehingga mereka dapat mewujudkan tujuan yang telah ditetapkan bersama. Dalam hal ini, sangat penting, karena jika anggota organisasi non-pemerintah tidak memiliki potensi sesuai dengan tujuan yang dinyatakan, ini akan membuat LSM terlihat seperti mayat hidup yang ada, tetapi tidak memiliki kehidupan di dalamnya.
  • Organisasi non-pemerintah sebagai forum untuk partisipasi aktif dalam peran mereka dalam keberhasilan pembangunan nasional dan negara. Dan dalam hal ini mereka berpartisipasi dalam menjaga kedaulatan negara dan menjaga ketertiban umum.
  • Sebagai salah satu cara di mana masyarakat dapat memastikan aspirasi-aspirasinya, aspirasi-aspirasi ini diperhitungkan oleh organisasi-organisasi non-pemerintah sesuai dengan tujuan-tujuan LSM itu sendiri dan kemudian dikirim ke lembaga-lembaga politik yang relevan untuk mencapai keseimbangan yang baik antara masyarakat. dan pemerintah, seperti kebijakan luar negeri Indonesia.
  • Organisasi non-pemerintah sebagai saluran untuk mengarahkan aspirasi pada hak dan kewajiban warga negara dan kegiatan masyarakat sesuai dengan tujuan yang ditetapkan oleh masing-masing organisasi non-pemerintah.
  • Sebagai organisasi yang memperhitungkan, memproses, mengelola dan mengimplementasikan semua aspirasi masyarakat di bidang pembangunan, terutama di bagian-bagian yang sering tidak diperhatikan oleh pemerintah.
  • Selalu berpartisipasi dalam pengembangan jiwa dan roh dan memperluas peluang pengembangan masyarakat, ini adalah salah satu fungsi utama dari pembentukan organisasi non-pemerintah itu sendiri.
  • Berpartisipasi dalam implementasi, pemantauan, motivasi dan desain proses dan hasil pembangunan berkelanjutan, tidak hanya saat ini. Dalam hal ini, LSM harus memberikan saran langsung kepada masyarakat untuk berperan aktif dalam pembangunan.
  • Ornop juga harus berpartisipasi aktif dalam memelihara dan menciptakan suasana yang menguntungkan di masyarakat, dan bukan sebaliknya, ini membuat situasi semakin kacau karena adanya masalah palsu yang menjadi perhatian masyarakat.

Contoh LSM Di Indonesia

Contoh LSM Di Indonesia

Untuk melengkapi pengetahuan Anda tentang LSM, ada baiknya untuk mendengarkan beberapa contoh LSM, termasuk yang berikut ini.

Contoh LSM Elsam

Elsam atau Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat adalah organisasi non-pemerintah yang tujuannya adalah untuk memberikan advokasi dan penelitian terkait kepada masyarakat yang membutuhkan.

Contoh LSM PBHI

PBHI, atau singkatan dari Asosiasi Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia, adalah salah satu contoh organisasi non-pemerintah di Indonesia yang memberikan bantuan hukum kepada mereka yang menjadi korban kekerasan atau korban kejahatan tertentu.

Contoh LSM YLBHI

Contoh pertama dari organisasi non-pemerintah adalah YLBHI, atau kependekan dari Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia, yang merupakan organisasi non-pemerintah yang memberikan bantuan hukum kepada mereka yang membutuhkan.

Contoh LSM Kontras

Kontras atau Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan adalah organisasi non-pemerintah yang memberikan bantuan kepada para korban tindakan kekerasan dan orang-orang yang dianggap hilang.

Informasi yang terkait dengan LSM dapat memberi Anda wawasan dan pengetahuan, terutama bagi mereka yang mencari semua informasi tentang LSM.

Demikian Pembahasan kita pada kali ini di edmodo.id tentang Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Nantikan Artikel Menaraik Lainya, tetap bersama kami. Terimaksih Semoga Membawa Manfaat.

“Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh”

Baca Juga :