Dinamisme

Posted on

Dinamisme – Taukah kalian apa yang dimaksud dengan Dinamisme, kali ini edmodo.id akan mengulas tentang Dinamissme marilah simak ulasannya dibawah ini.

Dinamisme ialah merupakan suatu kepercayaan yang mempercayai sebuah kekuatan maupun energi yang sifatnya abstrak atau berdiam disuatu benda.

Dinamissme ini sifat – sifatnya tergolong dengan metafisika atau di luar logika manusia, sama dengan kepercayaan maupun keyakinan terhadap aliran animisme maupun totemisme.

Namun apabila kita mengaitkan dinamiisme tersebut merupakan kepercayaan terhadap kekuatan yang gaib dan misterius, tujuannya untuk mengumpulkan kekuatan gaib dengna sebanyak mungkin, kekutan tersebut berada didalam benda – benda tertentu contohnya seperti patung, keris, pohon besar, gunung, dan lain sebagainya.

Pengertian Dinamisme Menurut Para Ahli

Dinamisme
Dinamisme

Adapun definisi dari dinamisme menurut para ahli, antara lain yaitu sebagai berikut :

  • Oxford English Dictionary, Didalam filsafat, dinamisme ialah merupakan teori, doktrin, maupun sistem yang berusaha untuk menjelaskan suatu fenomena alam semesta dengan sesuatu kekuatan maupun dari energi imanen.
  • Ensiklopedi Umum, Dinamissme ialah merupakan kepercayaan terhadap keagamaan yang primitif pada zaman sebelum kedatangannya agama hindu keindonesia, dinamissme ini juga sering disebut secara istilah yaitu preanimisme yang artinya dapat mengajarkan bahwa setiap benda maupun terhadap makhluk pastinya memiliki kekuatan gaib.
  • Kamus Ilmiah Populer, Dinamisme ini dapat didefiniskan sebagai suatu kepercayaan yang sangat primitif yang mana semua benda tersebut pastinya memilki kekuatan yang sifatnya ghaib.
  • Wikipedia, Dinamisme ini dapat dikaitkan dalam agama dan juga terhadap kepercayaan yang dapat di definisikan sebagai pemujaan terhadap roh – roh nenek moyang yang sudah meninggal dunia dan di tempatkan di tempat yang tertentu contohnya seperti pohon – pohon yang besar, arwah nenek moyang tersebut mereka jadi sering untuk minta tolong terhadap nenek moyang tersebut untuk urusan mereka masing – masing, hal ini dapat dilakukan dengan cara memasukkan arwah – arwah nenek moyang tersebut kedalam benda – benda pusaka mereka contohnya seperti batu yang berwarna hitam maupun batu yang berwarna merah delima, ada juga yang menyebutnya dinamisme ini ialah merupakan suatu kepercayaan terhadap kekuatan yang abstrak dan berdiam di suatu benda tertentu.

Tujuan Dinamisme

Tujuan dari beragama dengan dinamisme ini ialah untuk mengumpulkan kekuatan – kekuatan yang gaib didalam bahasa ilmiah yaitu mengumpulkan segala kekuatan sebanyak mungkin, didalam kekuatan gaib ini terdapat benda – benda contohnya seperti patung, keris, pohon besar, gunung dan lain sebagainya. Baca Juga : Totemisme

Sejarah Atau Asal Usul Dinamisme

Dinamisme
Dinamisme

Sejarah didalam dinamisme ini awalnya muncul dari kehidupan manusia purba, dinamisme ini sangat berkaitan dengan animisme, yaitu sama – sama berhubungan dengan yang abstrak atau magis dan supranatural.

Sejarah ini terdapat suatu pandangan yang mengenai dinamisme ialah merupakan ilmu sihir yang sering digunakan didalam berbagai kebutuhan, contohnya seperti kepercayaan pada klasik ini muncul dari nenek moyang kita secara turun – temurun.

Terdapat perkembangan pada keyakinan tersebut akan menjadi tolak ukur dalam berbagai kehidupan dan juga kematian, dinamissme ini lebih dulu muncul dibandingkan dengan agama hindu dan buddha dari asal – usul kepercayaan yang ada diindonesia.

Didalamm faktor alam pada prasejarah di kehidupan manusia belum tentu mengerti mengenai penyebabnya kematian.

Seiring waktu berjalan, pada pola pikir manusia semakin berkembang, untuk menjawab mengenai penyebab kematian yaitu penyakit maupun kekeringan didalam fenomena alam, mereka juga mengembangkannya dengan pola pikir mereka dan terciptanya keyakinan terhadap animisme dan juga dinamisme.

Mereka sangat yakin bahwa kekuatan dari roh yang tinggal di pohon, batu, samudera, danau, matahari, bulan, langit, maupun dari hewan dapat melindungi mereka dari segala mara bahaya.

Maka dari itu supaya roh tersebutu tidak dapat mengganggu manusia, dan terbebas dari paceklik, maka dari itu mereka memberikan sesaji terhadap roh – roh tersebut.

Dari masyarakat prasejarah sangat mempercayainya bahwa roh tersebut merupakan kepala dari kelompok yang telah meninggal dunia terus roh tersebut dipelihara supaya roh tersebut masih mendampangin kelompoknya, seperti ketika masih hidup supaya kita dapat berbuat kebaikan, maka kita memerlukan upacara dan juga pemujaan.

Pada kepercayaan dinamisme maupun animisme ini mengalami proses yang sangat panjang, dengan berdasarkan penemuan arkeologi peradaban dari hasil budaya dan pada peninggalan megalitikum maupun lapisan pleistosen.

Hal ini sangat banyak kaitannya dengan pemujaan dan juga kepercayaan terhadap roh – roh nenek moyang, bukti dari peninggalannya berupa sarkofagus, dolmen, waruga, menhir, maupun punden berundak, dan juga kubur batu.

Ciri – Ciri Kepercayaan Dinamisme

  • Harus mempercayai bahwasannya benda dapat dikeramatkan.
  • Harus meyakini bahwasannya benda – benda pasti memiliki kekuatan yang dapat melindungi pemiliknya.
  • Dinamisme ini berasal dari kepercayaan primitif.
  • Pertama kali dinamisme ini muncul dari zaman megalitikum.

Perbedaan Animisme Dan Dinamisme

Berikut ini edmodo.id akan menjelaskan secara detail apa perbedaannya animisme dengan dinamisme di bawah ini merupakan perbedaan dari kedua kepercayaan tersebut yaitu sebagai berikut.

  • Dari kepercayaan animisme ini merupakan kepercayaan yang dapat di puja maupun di sembah yaitu roh maupun arwah atau sering disebut dengan jiwa. 
  • Dari kepercayaan dinamisme ini merupakan kepercayaan yang dapat dipuja dengan benda – benda yang mempunyai kekuatan yang ghoib.

Dari perbedaan kepercayaan animisme dan juga dinamisme ini dapat di lihat dari yang mereka sembah. Baca Juga : Contoh Wawancara

Contoh Dinamisme Di Indonesia

Dinamisme
Dinamisme

Dinamisme di indonesia ini merupakan suatu negara yang mempunyai beragam suku dengan keunikan dari budayanya masing – masing, salah satu dari keunikan tersebut ialah merupakan kepercayaan dari dinamisme, di bawah ini ada beberapa suku dari indonesia sampai sekarang ini masih mempunyai suatu kepercayaan dinamisme, yaitu sebagai barikut :

1. Suku Lore

Apabila kita mengunjungi sulawesi tengah, pasti kita akan mendapatkan banyak dari peninggalan dalam sejarah, contohnya pembuatan arca (patung), dan seni lukis, alat pembuat perunggu, dan juga seni tari yang kaitannya dengan acara ritual pemujaan terhadap arwah.

Salah satu dari suku yang masih mengikuti kepercayaan dinamisme ialah suku lore yang letaknya di lore utara.

Pada wilayah ini, kita akan segera menemukan sebuah lukisan kepala buaya, manusia, dan lain sebagainya dan dapat menunjukkan perkembangannya pada kepercayaan dinamisme.

Namun selain dari itu, kita akan segera menemukan sebuah patung – patung yang gambarnya nenek moyang sengaja di bangun untuk pemujaan.

2. Suku Sumba

Suku ini terletak di wilayah kabupaten sumba barat dan juga sumba timur, Salah satu dari kepercayaan yang dimiliki oleh suku suba yaitu marapu.

Kita dapat beranggapan bahwa kepercayaan ini setengah dari dewa dan setengah dari leluhur yang masih hidup di masyarakat sumba asli, dalam kepercayaan marapu ini merupakan kuda, kuda di anggap hewan yang sangat sakral.

Namun setelah terjadi, semua orang pastinya akan lebih memilih mendoakan kuda dari pada orang yang menaikinya.

Mereka beranggapan kalau seseorang yang pembawa kuda boleh saja meninggal, akan tetapi kuda harus tetap hidup karena hal ini sebagai tanda dan juga simbol terhadap suku.

Kuda bukan hanya untuk di jadikan alat transportasi saja, namun kuda juga dapat di jadikan sebagai persembahan untuk mengantarkan roh didalam upacara kematian dan di jadikan sebagai mahar perkawinan.

3. Suku Buru

Suku buru ini merupakan suatu kelompok yang etnis dan sebagian besar tinggal di pulau buru, dan ada dibeberapa kepulauan maluku dan yang lainnya.

Sejak dahulu kala mereka sudah mempunyai suatu kepercayaan dinamisme, namun tidak heran lagi apabila mereka masih mempertahankan kepercayaannya tersebut sampai sekarang ini.

Suku ini masih mempercayai terhadap pemujaan benda- benda dan juga terhadap roh, mereka juga memiliki dewa yang tertinggi yaitu Opo hebe snulat dan juga memiliki utusan yaitu Nabiat.

4. Suku Jawa

Suku jawa ini merupakan suatu kepercayaan dari zaman dahulu yang telah dipercayai oleh suku jawa dan juga bangsa yang lainnya, sampai sekarang ini, masih banyak masyarakat yang menjalankan tradisinya.

Namun kejawen ini juga memiliki beberapa ritual contonya tedhak siten, mitoni, wetonan, nyadran.

Salah satu dari kepercayaan dinamisme yang masih di lakukan dengan suku jawa yaitu wetoan, wetonan ini mirip dengan ulang tahun.

Biasanya wetonan ini dilakukan sesuai dengan penanggalan dari kalender jawa.

Mau percaya ataupun tidak, menurut suku jawa apabila melakukan suatu acara yang tidak sesuai dengan penanggalan jawa tersebut maka akan ada hal yang buruk bisa terjadi.

5. Suku Kaharingan

Suku yang ada didayak ini kebanyakan tidak memiliki agama maupun menyembah tuhan, mereka lebih percaya dengan suatu benda yang memiliki roh.

Hal ini dapat dilihat dari salah satu suku yang ada didayak yaitu dari suku kaharingan.

Suku Kaharipan sangat percaya bahwasannya setiap benda yang di alam ini seperti sungai, pohon, dan juga batu yang telah dihuni dengan makhluk – makhluk halus dan juga roh, mereka juga beranggapan bahwasannya burung enggang ialah sebagai hewan yang dikeramatkan.

Hal ini bisa saja dibuktikan dengan adanya tari enggang yang dianggap sebagai cara untuk mendapatkan berkomunikasi dengan roh – roh nenek moyang.

Sekian dulu yaa yang dapat edmodo.id sampaikan pada ulasan kali ini, semoga ulasan ini dapat bermanfaat untuk sahabat dimanapun berada.

Baca Juga :